sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

Jadwal PD 2018

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Presiden: Perlu Dipikirkan Kesejahteraan ASN

Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung memasuki ruang rapat terbatas
Jakarta, Larast Post – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, anggota Polri dan pensiunan, belum cukup karena sifatnya masih menyentuh aspek kesejahteraan dalam jangka pendek

“Kita perlu memikirkan yang memiliki kesinambungan dalam jangka panjang,” kata Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla,  saat Rapat Terbatas (Ratas) tentang Pensiunan Aparatur Sipil Negara, pada Selasa (26/6/2018) siang, di Kantor Presiden, Jakarta.

Presiden mengungkapkan, pada Ratas tanggal 19 April lalu, dirinya sudah meminta untuk diperhatikan penyediaan perumahan yang layak bagi ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri, khususnya yang berpenghasilan rendah, sehingga ASN, prajurit TNI dan anggota Polri bisa memenuhi kebutuhan pokoknya, serta bisa semakin konsentrasi dalam bekerja. “Karena ini penting, saya minta laporan tentang progresnya dan akan terus kita monitor implementasi dari program ini,” ujarnya.

Tingkatkan Kinerja

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyatakan, pemerintah akan terus memperbaiki dan melakukan perubahan-perubahan terhadap sistem kesejahteraan dan perlindungan bagi ASN dalam meningkatkan pelaksanaan tugasnya. Sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan ikhtiar untuk peningkatan kinerja ASN dan pelayanan publik. “Termasuk dalam penciptaan kesinambungan kesejahteraan dari para pensiunan ASN,” ternagnya.

Rapat terbatas dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, dan Menteri PANRB Asman Abnur. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda