sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Truk Besar Dilarang Masuk Tol Cikampek

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI
Jakarta, Larast Post – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghimbau, truk sumbu tiga (truk besar) untuk tidak melintasi tol Jakarta-Cikampek selama puncak arus mudik berlangsung, yakni pada Jumat-Minggu (8/10/2018). 

Berdasarkan prediksi Kemenhub, puncak arus mudik Angkutan Lebaran Tahun 2018 akan terjadi pada Jumat (8/6/2018) hingga Sabtu (9/6/2018) akhir pekan ini. Sementara puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada Selasa (19/6/2018) dan Rabu (20/6/2018) mendatang.

“Meski puncak arus mudik dan balik lebih cepat dari ketentuan pengaturan operasional, kami tetap menghimbau truk barang sumbu tiga untuk menghindari ruas tol Jakarta-Cikampek pada tanggal 8-10 Juni dan menggunakan jalur arteri,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemenhub Budi Setiyadi, saat Dialog Publik Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2018, di Hotel JS Luwansa Jakarta, pada Senin (4/6/2018).

Lakukan Monitoring
Pada kesempatan terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, guna memonitor pelaksanaan dan pengawasan arus mudik dan balik, pihaknya membentuk Pusat Koordinasi Monitoring Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2018 (1439 H), dengan melibatkan instansi terkait yaitu, Kepolisian Negara Republik Indonesia, BUMN bidang perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi/Kabupaten/Kota, PT. Jasa Marga, Jasa Raharja, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), ORARI, Senkom Mitra Polisi, RRI, radio swasta serta organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Periode Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2018 (1439 H) dimulai pada H-8 (7 Juni 2018) s/d H+8 (24 Juni 2018) selama 18 hari bertempat di Kementerian Perhubungan,” ujar Menhub, saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, pada Senin (4/6/2018), di Senayan Jakarta.

Menhub menyampaikan, bahwa pihaknya telah menyiapkan Rencana Operasi Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2018 (1439 H) dengan titik berat pengendalian di 15 (lima belas) provinsi untuk angkutan jalan, 7 (tujuh) lintas penyeberangan utama, 9 (sembilan) Daerah Operasi (DAOP) dan 4 (empat) Divisi Regional (Divre) perkeretaapian, 52 (lima puluh dua) pelabuhan laut, dan 35 (tiga puluh lima) bandar udara.

Berdasarkan hasil analisia evaluasi, Menhub memperkiarakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan umum dan penggunaan kendaraan pribadi. Jumlah terbesar diprediksikan masih akan terjadi pada angkutan udara. 

“Prediksi pertumbuhan di segala lini cenderung naik, yang menonjol adalah di udara yakni 8,47 persen,” ucap Menhub.

Kemenhub juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 34 Tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2018 yang mengatur pembatasan operasional untuk mobil barang dengan ketentuan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang sumbu 3 atau lebih, dan mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandeng, serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, tambang, dan bahan bangunan.

Dalam peraturan tersebut, pengaturan operasional ini akan berlaku pada 12 Juni pukul 00.00 WIB hingga 14 Juni pukul 24.00 WIB. 

Namun untuk menghindari kepadatan di dalam tol Jakarta – Cikampek, kata Budi, Kemenhub menghimbau agar mobil barang tersebut tidak melintasi jalan tol Jakarta-Cikampek selama periode puncak mudik angkutan lebaran. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda