sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Kedepan, Tantangan Semakin Sulit

Presiden menyalami masyarakat saat menghadiri acara Haflah Khataman Alquran dan Haul Al-Maghfurlah K.H. Ahmad Jisam Abdul Manan di Ponpes An-Najah Gondang.
Sragen, Larast Post – Perang dagang antar negara, radikalisme, dan revolusi industry, merupakan tantangan besar bagi Indonesia kedepan, seluruh elemen bangsa perlu bersatu untuk mengatasinya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tantangan bagi bangsa Indonesia ke depan, mulai dari perang dagang antarnegara, radikalisme, hingga revolusi industri, akan semakin sulit. 

Untuk itu, lanjut Presiden Jokowi, diperlukan persatuan dan persaudaraan untuk menghadapinya. “Kita ini bersatu saja menghadapi tantangan besar yang semakin sulit belum tentu bisa memenangkan apalagi tidak bersatu. Oleh sebab itu, saya mengajak kita semuanya untuk terus menjaga ukhuwah islamiyah kita, menjaga ukhuwah wathaniyah kita,” ungkapnya saat acara Haflah Khataman Alquran dan Haul Al-Maghfurlah K.H. Ahmad Jisam Abdul Manan, pada Sabtu (14/7/2018) malam, di Pondok Pesantren An-Najah Gondang, Gondangtani, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Presiden menegaskan, persatuan dan persaudaraan menjadi lebih penting untuk dijaga mengingat Indonesia akan memasuki tahun politik 2019 di mana Pemilihan Presiden akan dilaksanakan. 

“Jadi saya titip jangan sampai karena berbeda pilihan kita menjadi tidak saling sapa antartetangga. Ya sudah beda dengan tetangga ya enggak apa-apa. Tapi tetap rukun. Itu pesta demokrasi kok. Inilah kematangan kita dalam berpolitik, kedewasaan kita dalam berpolitik,” lanjutnya.

Kepala Negara juga mengharapkan masyarakat agar cerdas dalam menggunakan hak pilihnya, termasuk dalam memilih pemimpin, masyarakat perlu melihat rekam jejak, prestasi dan kinerjanya terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan.

Sekali lagi, ujar Presiden, pandai-pandai lah memilih pemimpin karena itu penting. Lihat rekam jejaknya. Prestasinya apa. Kinerjanya seperti apa. “Saya lihat sekarang ini dari hasil pilkada-pilkada yang ada di seluruh Indonesia, 171 pemilihan bupati, wali kota dan gubernur, saya melihat masyarakat semakin matang masyarakat semakin dewasa dalam memilih pemimpinnya,” ucapnya.

Lebih lanjut Presiden mengingatkan, agar masyarakat tidak gampang curiga atau berburuk sangka kepada orang lain, karena hal itu bukanlah budaya dan etika bangsa Indonesia dan juga tidak diajarkan oleh Rasulullah.

Yang benar itu, kata Presiden, husnu tafahum, selalu berprasangka baik kepada orang lain. Selalu melihat orang lain dengan penuh kecintaan. “Tidak gampang curiga. Selalu berpikir positif. Tidak selalu menyampaikan hal-hal yang negatif terus. Merasa benar sendiri. Merasa pintar sendiri. Merasa betul sendiri,” terangnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (her, sg, ram)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda