sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Kementerian ATR/BPN Lakukan Percepatan Sertipikasi Tanah

Menteri ATR/BPN bersama juru ukur memeriksa alat ukur 
Jakarta, Larast Post – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus melakukan berbagai upaya percepatan untuk menyelesaikan target Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak tujuh juta bidang pada tahun 2018.

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan, salah satu upaya percepatan dilakukan dengan cara mengadopsi penggunaan alat ukur Global Navigation Satelite System Real-Time Kinematic (GNSS RTK). 

Ia menjelaskan, dengan penggunaan alat ukur tersebut, kepastian letak dan batas dengan ketelitian dan keakuratan yang tinggi serta real-time, dapat dicapai, sehingga pengukuran dan pengolahan data bidang tanah dapat lebih cepat dilakukan.

Lebih lanjut Sofyan mengungkapkan, target Kementerian ATR/BPN sangat besar pada tahun  2018 sebanyak 8 juta bidang. “Target kita sangat besar, tahun ini 8 juta bidang (pengukuran). Zaman dulu belum ada alat-alat seperti yang kita punya hari ini,” terangnya saat pelatihan penggunaan alat ukur, pada pada Senin (9/7/2018), di Mercure Convention Center, Jakarta Utara.

Sofyan mengingatkan, sekalipun dulu tidak ditunjang alat ukur yang baik seperti saat ini, tapi hasilnya tepat karena Sumber Daya Manusia (SDM) dulu bagus.“Yang paling penting apapun teknologinya apabila tidak ada integritas dalam pelaksanannya tidak akan memberikan hasil yang baik,” ujarnya.

Disebutkan, SDM yang tersedia saat ini sekitar 2.000 orang juru ukur didukung oleh lebih dari 7.000 orang Surveyor Kadaster Berlisensi, memerlukan dukungan infrastruktur peralatan pengukuran dan pemetaan yang memadai, teknologi terkini, mudah digunakan, presisi sekaligus akurat. Dalam hal ini, alat GNSS RTK menjadi pilihan pertama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Ini adalah bagian kita memperbaiki negeri ini yang kita kerjakan bukan hanya mengukur tanah tapi bagaimana mempersiapkan supaya negeri ini bisa tumbuh lebih cepat,” pesan Sofyan Djalil.

Penggunaan teknologi terkini dalam proses pertanahan dari hulu ke hilir, dari pelayanan loket hingga ke pengukuran dan pengumpulan data yuridis di lapangan, menjadi agenda Kementerian ATR/BPN. Hal tersebut sejalan dengan proses modernisasi pelayanan di kantor-kantor pertanahan. 

Sistem KKP yang ada saat ini, sudah menjadi awal yang baik dan dengan penggunaan platform mobile yang terkoneksi dengan alat ukur dan tablet akan membuat sistem tersebut lebih solid dan efektif.

Terintegrasi

Sementara Dirjen Infrastruktur Keagrariaan Adi Darmawan mengharapkan, dengan pembagian dan pelatihan alat ukur ini, peserta dapat menggunakan dan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk menunjang percepatan program PTSL.

"Dengan Pelatihan ini kami harapkan saat teman-teman kembali ke unit kerja alat ini sudah bisa digunakan untuk mendukung pekerjaan lapangan khususnya pengukuran PTSL," ujar Adi Darmawan. 

Untuk pengembangan kedepan, diharapkan alat ukur GNSS RTK sudah harus terintegrasi dengan tablet, laptop dan KKP untuk memfasilitasi percepatan kegiatan pertanahan secara nasional.

Adi Darmawan juga mengapresiasi seluruh pekerja yang telah kerja keras selama PTSL Tahun 2017. "Saya sangat mengapresiasi kerja keras yang telah saudara kerahkan selama PTSL sejak tahun 2017 lalu, tetap jaga kesehatan fisik dan rohani, mari kita bahu-membahu untuk memastikan pada tahun 2023 bidang tanah di seluruh Indonesia dapat dipetakan seluruhnya," ujarnya.

Penyerahan Alat Ukur

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Infrastruktur Keagrariaan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyerahkan sebanyak 1.046 alat ukur Global Navigation Satelite System Real-Time Kinematic (GNSS RTK) Tahap 2, pada 26 Kantor Wilayah BPN Provinsi, 373 Kantor Peratanahan Kabupaten/Kota, dan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, pada Minggu (8/7/2018), di Mercure Convention Center, Jakarta Utara.

Sementara itu, penyerahan alat ukur tahap 1, dilakukan pada akhir Juni, pada kesempatan itu diserahkan, sebanyak 234 alat ukur, sehingga total alat ukur yang telah dibagikan sebanyak 1.280 alat ukur GNSS RTK ke Seluruh Kantor Pertanahan, Kantor Wilayah BPN Provinsi Seluruh Indonesia dan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional.

GNSS RTK merupakan produk dari teknologi pengukuran terkini yang dapat memproses sinyal dari berbagai satelit navigasi dan menghasilkan posisi teliti dengan fraksi milimeter. Kepastian letak dan batas teliti dan akurat ini akan menjadi pendukung dalam membangun kepastian hak atas tanah. 

Selain itu, sifatnya yang real time dapat menghasilkan titik koordinat langsung pada saat pengukuran, sehingga pengukuran dapat lebih cepat pengolahannya. (her)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda