sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Para Bupati Dinginkan Suasana Pasca Pilkada

Suasana pertemuan Presiden Jokowi dengan para bupati
Bogor, Larast Post – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para kepala daerah agar berperan serta mendinginkan suasana dalam berdemokrasi sehingga tidak terjadi kegaduhan yang mengganggu. 

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu, saat melakukan pertemuan dengan para bupati, pada Kamis (5/7/2018), di ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Bupati Mamuju Utara, Sulawesi Barat, Agus Ambo Djiwa mengatakan, Presiden berpesan agar rakyat tidak diajari berpikir terlalu rumit. “Demokrasi adalah demokrasinya rakyat. Mari kita ciptakan kondisi baik supaya negara kita aman, kondusif,” ujarnya menirukan ucapan Presiden Jokowi, usai  mengikuti pertemuan tersebut.

Ia mengungkapkan, dalam pertemuan yang berlangsung selama 2,5 jam mulai dari pukul 09.00 WIB itu, sama sekali tidak membahas arahan Presiden terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. “Presiden sama sekali tidak mengarahkan untuk menentukan siapa,” tegasnya.

Lebih lanjut  Agus menyebutkan, Presiden justru meminta agar kepala daerah turut serta mendinginkan suasana dan menciptakan suasana demokrasi yang kondusif, baik, supaya negara semakin berkembang maju. “Ajari masyarakat berdemokrasi baik, bagus, sehingga mereka paham apa itu demokrasi, apa sih tujuan kita berdemokrasi,” kata Agus.

Presiden, lanjut Agus, juga meminta agar jangan ada bahasa yang memprovokasi, mengundang rakyat tidak bersimpati pada pejabat, dan pada siapa saja.

“Presiden meminta agar kepala daerah lebih fokus pada program kerja. Harus fokus, kalau infrastruktur, ya infrastruktur saja, jangan yang lain-lainnya supaya kelihatan penekanannya,” terangnya.

Senada dengan Agus, Bupati Sidoarjo, Jatim, Saiful Illah mengatakan, tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi. “Tidak, tidak, Pak Presiden tidak membahas politik, tidak ada,” tegasnya.

Saiful menyebutkan, pada kesempatan itu dirinya sempat menyampaikan beberapa hal untuk mewakili masyarakat, dan langsung direspon dengan sangat baik oleh Presiden Jokowi.

Beberapa hal yang disampaikan, lanjut Saiful, diantaranya usul dari kepala desa, agar anggaran untuk pembuatan sertipikat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dinaikkan, karena anggaran saat ini  sebesar Rp150 ribu tidak cukup. “Dipertimbangkan tadi untuk naik jadi Rp300 ribu,” ungkapnya. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda