sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Peranan dan Tantangan Besar Kementerian ATR/BPN

Sekjen dan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian ATR/BPN foto bersama peserta Rakernis
Jakarta, Larast Post – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memiliki peranan besar dalam Pemerintahan Jokowi –Jusuf Kalla. 

Sekretaris Jenderal, Himawan Arief Sugoto mengatakan, selain memiliki peranan besar, Kementerian ATR/BPN saat ini menghadapi tantangan besar, yakni mensertipikatkan seluruh tanah di Indonesia.

“Tahun lalu kita berhasil mensertipikatkan 5 juta bidang tanah dan tahun ini kita mendapat target untuk mensertipikatkan 7 juta bidang tanah," ungkapnya, saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis), pada Rabu (11/7/2018), di Hotel Mercure, Jakarta.

Kegiatan Rakernis tersebut mengambil tema, Transformasi Birokrasi Menuju Layanan Digital, yang diselenggarakan selama dua hari, Rabu-Kamis (11-13/7/2018).

Himawan mengatakan, kondisi sumber daya manusia menjadi kunci utama, dalam menghadapi tantangan yang besar. “Sumber daya manusia dahulu lebih dikenal dengan istilah personalia, kepegawaian dan Human Resource Development,” terangnya.

Dalam istilah tersebut, lanjut Himawan, manusia umpamanya sebagai mesin, yang dianggap punya kemampuan relatif sama. “Padahal setiap manusia punya ketangkasan yang berbeda-beda. Karena itu, saat ini lebih kita kenal human capital,” jelasnya.

Dalam human capital, lanjut Himawan, setiap manusia dianggap sebagai modal suatu organisasi karena dianggap memiliki nilai atau value dalam organisasi. 

Lebih lanjut Sekjen mengatakan, guna mencapai human capital yang berkualitas dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan, Kementerian ATR/BPN perlu menerapkan capital management system. 

Dalam sistem tersebut, kata Himawan, nantinya setiap Direktur Jenderal (Dirjen) akan diminta membuat Key Performance Indicator atau KPI. “Nantinya dalam KPI tersebut akan dinilai kinerja masing-masing pegawai," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Sekjen bersama Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian ATR/BPN meresmikan Sistem Cek Alur Berkas Kepegawaian atau SiCaKep. 

Melalui SiCakep setiap pegawai dapat memantau izin pencantuman gelar, pengecekan pangkat dan pensiun pegawai. (her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda