sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Presiden : Pemilu Jangan Sampai Timbulkan Perpecahan

Presiden saat menyampaikan pengarahan
Yogyakarta, Larast Post – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, agar tetap menjaga kesatuan dan persatuan saat pemilihan bupati, wali kota, gubernur maupun pemilihan Presiden sehingga tak menimbulkan perpecahan masyarakat.

“Jangan sampai, dengan isu-isu SARA, dengan isu-isu agama. Cegah rakyat jangan sampai retak gara-gara pesta demokrasi setiap 5 tahun sekali,” pesan Presiden saat memberikan pengarahan pada acara Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Tahun 2018, pada Rabu (25/7/2018) siang, di Graha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Presiden menegaskan, pesan yang disampaikan ini, berguna untuk menyadarkan, mematangkan dan mendewasakan cara-cara berpolitik untuk rakyat, serta mendinginkan suasana.

“Jangan energi kita habis nanti. Sudahlah, pilih pemimpin yang paling baik. Rakyat diberitahu, pilih pemimpin yang paling baik, coblos, sudah rukun sudah,” ujarnya.

Kepala Negara mengingatkan untuk memilih pemimpin, masyarakat harus berdasarkan rekam jejak calon pemimpin.

Kepada Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa dan juga pendamping-pendamping Desa, Presiden mengingatkan kembali, agar tidak ikut menyebarkan informasi hoaks dari media sosial. 

Ia menambahkan bahwa yang namanya fitnah, saling mencela, hoaks, kabar bohong akan menghabiskan energi untuk mengurus hal seperti itu.

“Jangan kebawa suasana karena di kipas-kipasin iya kan. Sudah kompornya anget dikipas-kipasin. Hati-hati. Kepala desa juga jangan sampai ikut-ikutan. Ikut-ikutan terbawa suasana. Lah Saudara-saudara ini tugasnya mendinginkan, menyejukkan, ikut-ikut suasana ya jadi panas lebih panas,” tutur Presiden.

Indonesia Negara Besar

Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali mengingatkan, Indonesia merupakan negara besar, yang memiliki 17.000 pulau, 514 kota dan kabupaten, serta 34 provinsi.

“Kemajemukan Indonesia sangat beragam yang memiliki 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, bahkan dibandingkan Singapura yang hanya punya 4 suku dan Afghanistan 7 suku,” terang Presiden 

Menurut Presiden, perbedaan dari sisi suku, agama, bahasa daerah, adat-istiadat dan tradisi, harus disadari memang ada di Indonesia.  “Inilah negara besar kita Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kesatuan, persaudaraan, kerukunan. Ini aset besar kita,” ungkapnya.

Bukti Indonesia sebagai negara besar, Presiden mencontohkan, bahwa dirinya telah merasakan terbang dari Banda Aceh sampai Wamena yang membutuhkan waktu lebih dari 9 jam dan itu hampir menyamai waktu tempuh terbang beberapa negara di Eropa.

Menurut Presiden, keberagaman lain yang dimiliki Indonesia, adalah bahasa daerah atau lokal. Bahkan ia mengaku kesulitan belajar bahasa daerah yang beraneka ragam tersebut. “Hal itu menunjukkan, betapa sangat beragamnya negara Indonesia ini dan itulah yang dikagumi negara-negara lain terhadap Bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Hadir mendampingi Presiden dalam kesempatan ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Negra Pratikno, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. (her, sg, ram)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda