sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Presiden : Percepat Pelayanan Sertipikat Tanah

Presiden Jokowi saat acara Penyerahan 1.037 sertifikat tanah kepada warga Sumbawa dan sekitarnya
Sumbawa, Larast Post – Guna mempercepat sertipikasi tanah, jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), harus bekerja-keras dan Sabtu – Minggu tetap membuka pelayanan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran Kementerian ATR/BPN agar bekerja keras mewujudkan program penerbitan 7 juta sertifikat pada 2018 ini, dan 9 juta tahun 2019.

“Kantor BPN Sabtu, Minggu tidak libur, karyawannya kerja pagi siang sampai malam, memang melayani masyarakat harus seperti itu,” kata Presiden Jokowi saat penyerahan sertipikat tanah sebanyak 1.037 sertifikat, kepada warga Sumbawa dan sekitarnya, pada Senin (30/7/2018) siang, di Gedung Olahraga Mampis Rungan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Presiden menegaskan, jajaran Kementerian ATR/BPN agar tidak berlama-lama mengurus sertipikat, apalagi hingga bertahun-tahun. “Sudah tidak musim sekarang, tidak model seperti itu. Urus sertifikat harus cepat,” tegasnya.

Lebih lanjut Presiden menyatakan, sudah memperingatkan kepada Menteri ATR/BPN, Kanwil BPN, dan kantor BPN agar berhati-hati untuk urusan setipikat yang berhubungan dengan rakyat. “Harus dilayani dengan baik, harus dilayani dengan cepat,” ujarrnya.

Simpan Dengan Baik

Sementara itu, kepada warga yang telah menerima sertipikat, Presiden Jokowi berpesan agar secara rapih menyimpan sertipikat. “Diberi plastik sehingga kalau genting rumahnya bocor, sertifikatnya tidak rusak,” ujarnya. 

Selain itu, Presiden mengingatkan agar sertipikat  difotokopi, sehingga kalau aslinya hilang, masih punya fotokopi, sehingga menjadi mudah untuk mengurus ke kantor BPN.

Lebih lanjut Presiden juga mengingatkan agar warga tidak sembarangan mengagunkan sertipikat ke bank, sekalipun untuk modal usaha tetap harus dikalkulasi secara matang lebih dahulu, sehingga angsurannya tidak memberatkan nantinya. “Jangan sampai karena salah hitung sertifikatnya yang diambil bank,” tegasnya.

Presiden memberi contoh, jika dapat pinjaman Rp300 juta misalnya, jangan sampai Rp150 juta buat beli mobil. “Gagah, nyetir mobil keluar masuk kampung. Enam bulan gagahnya, sertipikatnya juga hilang,” ujarnya.

Kepala Negara menambahkan, agar menggunakan semua pinjaman untuk modal usaha.

Hadir dalam kesempatan itu, antara lain Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur NTB TGH Zainul Majdi. (her, sg, ram)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda