sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

Olah Raga

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Feature

» » Presiden Resmikan Pembangunan Menara MUI

Presiden Jokowi didampingi Ketua MUI Ma'ruf Amin saat meletakan batu pertama proyek Menara MUI, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur (26/7).

Jakarta, Larast Post - Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Menara Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (26/7/2018). Kegiatan bersama dengan Tasyakuran Milad ke-43 MUI.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, setiba di lokasi Kepala Negara disambut langsung oleh Ketua MUI Ma'ruf Amin dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat MUl, Lukmanul Hakim, mengatakan, sumber dana pembangunan menara MUI, berasal dari wakaf, infak, sedekah, dan skema reksadana syariah.

Ia menyebutkan dengan pembangunan menara MUI, nantinya kantor MUI tidak lagi pinjam pakai dari Kementerian Agama, tetapi menempati gedung sendiri secara mandiri.

“Jangan bicara kemandirian umat, kalau MUI-nya sendiri enggak mandiri, Ini sebagai dakwah bil hal kepada umat, ayo kita sama sama mandiri. MUI melakukan gerakan awal untuk menunjukan kita mandiri. Azam (tekad) mandiri itu sudah kita mulai,” ujar Lukman.

Gedung MUI terdiri 20 lantai, tiga lantai paling bawah tersambung dengan dua tower sebelah Menara MUI - Safa Tower dan Marwa Tower.

Kedua tower tersebut akan dijadikan sebagai area bisnis produk halal, kuliner halal, bisnis syariah dan fashion Islami. Perkantoran yang akan dipakai sebanyak 4-5 lantai. 12 lantai sisanya akan disewakan untuk perkantoran.

Nilai bangunan Menara MUI seluas 15 ribu meter persegi ini sebesar Rp.600milyar. Ditargetkan lunas dibeli MUI dalam waktu 5 tahun. Per tahun perlu pengumpulan dana Rp.120 milyar. “Sampai sehari sebelum peletakan batu pertama, Alhamdulillah, sudah komitmen sumbangan dari lima pihak masing masing Rp.1 milyar,” ungkap Lukman.

Lebih lanjut Lukman mengatakan, kemandirian ekonomi umat menjadi tema Tasyakuran Milad MUI ke-43 ini, sesuai dengan amanat Munas MUI 2015 di Surabaya dan pesan Kongres Ekonomi Umat di Jakarta, pada April 2017 lalu. (her, sg, ram)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda