sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Bisnis

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

» » 70 Persen Ibu Rumah Tangga di Jaktim Mengidap HIV AIDS

Sekretaris KPA Kota Administrasi Jakarta Timur John Alubwaman

Jakarta, Larast Post - Upaya pencegahan penyakit HIV AIDS penting dilakukan secara berkesinambungan untuk memberi kesadaran kepada masyarakat akan bahaya penyakit yang timbul dari ‘kenikmatan’ tersebut.

Sosialisasi yang rutin dilakukan akan menumbuhkan kesadaran yang tinggi di  masyarakat untuk turut melakukan upaya-upaya pencegahan penularan kepada orang lain, dan anggota keluarga terdekat.
           
Menurut data statistik, di Jakarta Timur, terdapat Lebih dari 15 ribu pengidap HIV AIDS yang terdata 70 persen ibu rumah tangga, namun hingga saat ini, baru sekitar 54 prosen atau sekitar 9.000 orang yang sudah dilakukan sosialisasi maupun penyuluhan oleh KPA Jakarta Timur dan ditangani secara medis. Yang terdata ini beroleh penyuluhan-penyuluhan untuk pencegahan penularan, terhadap orang-orang sekitar maupun keluarga si pengidap.
           
Sekretaris KPA Kota Administrasi Jakarta Timur John Alubwaman kepada Larast Post menegaskan, sekitar 46 persen pengidap HIV AIDS itu hingga saat ini belum diketahui keberadaannya dan belum tersentuh upaya-upaya penyuluhan untuk pencegahan penularan, maupun tindakan secara medis.

“Penyuluhan dan pengobatan secara rutin sangat diperlukan untuk meminimize penularan terhadap orang lain di sekitar pengidap, ataupun keluarga terdekat pengidap,” tegasnya.

Berbagai faktor kendala yang dihadapi

Namun diakui oleh John Alubwaman, terdapat berbagai faktor kendala dalam melakukan penyuluhan dan pengobatan kepada pengidap HIV-AIDS, dan pencegahan terhadap yang belum terkena. Di samping minimnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan kontrasepsi (kondom) tiap melakukan hubungan badan, tidak adanya pos anggaran yang disediakan untuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di DKI Jakarta belakangan ini, melengkapi kesulitan KPA  DKI Jakarta dalam menjalankan fungsi dan programnya dalam mengatasi penyakit yang tidak nampak secara phisik namun menyentuh sisi kemanusiaan dan moralitas ini.

“Dapat kita lihat bersama, kekosongan aktivitas di kantor-kantor KPA di wilayah-wilayah DKI Jakarta. Ruang-ruang yang sepi tanpa aktivitas yang berarti. KPA tidak dapat membiayai para relawan, bahkan lembaga-lembaga terkait untuk melakukan kegiatannya sebagai akibat tiadanya anggaran yang tersedia dalam APBD DKI untuk KPA” papar John Alubwaman.

Entah ada apa dengan Dinas Kesehatan dan DPRD DKI Jakarta, hingga sampai saat ini, KPA tidak ada aktivitas program-program yang dilakukan. Mengingat bahaya penularan HIV AIDS sangat mematikan secara periodik dan menyentuh aktivitas sosial mahluk hidup secara keseluruhan. Jika permasalahan HIV AIDS mesti ditangani oleh Dinas Kesehatan secara menyeluruh, hendaknya KPA dihapus dan ditiadakan dengan melimpahkan penanganannya kepada Institusi lain.

Diakui John Alubwaman, KPA DKI Jakarta pernah diterima oleh wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno sebanyak  dua kali untuk membicarakan hal ini. “Dalam pertemuan terakhir, bapak wagub menjanjikan  akan mengupayakan ploating anggaran DKI Jakarta dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P),” aku seraya berharap KPA DKI Jakarta dan seluruh Indonesia tetap ada. (maria)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda