sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Baja Impor Marak, Industri Baja Terancam?

Darmin Nasution saat diwawancara wartawan
Jakarta, Larast Post – Besi baja impor dengan harga lebih rendah belakangan ini marak di pasar dalam negeri, sehingga berpotensi melemahkan industri baja nasional.

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, impor besi baja masih diperlukan karena produksi dalam negeri belum dapat memenuhi kebutuhan nasional. 

Selain itu, kata Darmin, besi baja yang diimpor adalah barang yang tidak diproduksi di dalam negeri. “Banyak barang yang tidak kita produksi. Yang impor itu adalah barang yang tidak kita bikin,” ujarnya kepada wartawan, pada Jumat (3/8/2018) di Jakarta.

Darmin menilai, impor besi baja tidak bisa dihambat karena diperlukan, “Itu tidak mudah, kalau dihambat kemudian kita sehat? Ngga sehat malah karena kita perlu tetapi kita tidak hasilkan. Jadi jawabannya bukannya stop, laah engga produksi kita,” terangnya.

Menurut Darmin, yang harus dilakukan adalah tingkatkan investasi industri besi baja untuk dapat memenuhi kebutuhan nasional.  “Yang harus dilakukan adalah dorong investasi baja supaya dia produksi, supaya kita tidak mengimpor,” tegasnya.

Lebih lanjut Darmin menyebutkan, untuk mendukung industry, pemerintah telah memberikan tax holiday atau insentif pajak, salah satunya kepada industri baja.

Cabut Permendag

Sementara itu kalangan pengusaha industri baja meminta pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, melindungi industri baja dalam negeri dari kehancuran, dengan segera mengendalikan impor baja.

Komisaris PT Krakatau Steel Tbk (Persero), Roy Maningkas, mengatakan, impor produk baja hulu maupun hilir belakangan ini semakin meningkat, sehingga berpotensi mengancam kelangsungan industri baja dalam negeri.

Menurutnya, melonjaknya impor baja akibat berlakukan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2018 (Permendag 22/2018) tentang Ketentuan Impor Besi dan Baja.     

"Kami sampaikan protes, keluhan dan masukan atas diberlakukannya Permendag itu, namun belum mendapat respon,” ujarnya, seperti dikutip dari kompas.com, pada Senin (30/7/2018).

Ia menegaskan, dengan berlakunya Permendag tentang Ketentuan Impor Besi dan Baja itu, maka akan berdampak kepada industri baja nasional, yang terus merugi bahkan berpotensi mengalami bangkrut, karena tidak dapat bersaing dengan baja impor, terutama produk baja asal China.

Kebijakan pelonggaran impor besi baja, lanjut Roy, tidak mencerminkan keberpihakan terhadap industri dalam negeri. “Padahal pemerintah saat ini sedang fokus pada peningkatan produktivitas dan daya saing industri nasional," tegasnya.     

Berdasarkan data BPS, terjadi kenaikan impor produk baja secara signifikan, pada 2017 yakni mencapai 5,8 juta ton, dan meningkat terus sehingga pada April 2018 jumlah impor besi baja mencapai 2 juta ton. (her, sg, wan, ram)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda