sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Berkat Pendekatan Teritorial, KKSB Kembalikan Senjata Rampasan

Dandim 1705/PN Letkol Jimmy Sitinjak usai prosesi penyerahan senajata oleh sejumlah tokoh Papua.

Jayapura, Larast Post - Terkait insiden penyerangan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap Tim Survey Program Papua Terang, Senin (06/08).

Tak hanya itu KKSB pun berhasil merampas sejumlah senjata milik TNI yang tergabung dalam Tim tersebut.

Sebelumya dilaporkan senjata yang dirampas KKSB tiga  pucuk senapan laras panjang, namun setelah di _cross cek_ data di lapangan ternyata selain 3 (tiga) pucuk senapan panjang ikut juga dirampas 1 (satu) pucuk laras pendek dan sejumlah munisi serta perlengkapan TNI lainnya.

Namun saat ini sejumlah pucuk senjata dan peralatan prajurit TNI yang dirasmpas itu telah dikembalikan berkat kegiatan teritorial yang dilakukan TNI selama ini sangat berdampak positif terhadap rakyat.

Rakyat merasa sangat terbantu atas kehadiran TNI yang turun langsung bahu membahu dengan rakyat, membantu mencarikan solusi mengatasi kesulitan rakyat guna meningkatkan kesejahteraan secara umum.

Hal itu diungkapkan Deki Gobay selaku Kepala Distrik Wegemuka dan Kepala Distrik Wegebino Robi Degei, Selasa (07/8) dinihari, di Guest Hous Enarotali saat dilaksanakan penyerahan 4 pucuk senjata  (3 laras panjang dan 1 laras pendek).

Senjata tersebut diserahkan kepada Letkol Inf Jimmy TP Sitinjak Dandim 1705/PN dan Bupati Paniai, Mussa Isir.

Sebelumnya Deki Gobay melalui telpon selulernya melaporkan kepada Danramil setempat bahwa mereka akan datang ke Paniai untuk menyerahkan senjata milik TNI yang dirampas KKSB tadi pagi (6/7).

Pada kesempatan tersebut, Deki Gobay menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi tadi pagi.

"Kami sebagai pemerintah daerah menginginkan program seperti itu ( Program Pembangunan Listrik) untuk masuk ke distrik kami. Sebenarnya permasalahan yang terjadi merupakan kesalahan komunikasi antara aparat kemanan dan kami sebagai pemerintah daerah. Karena itu kami mengucapkan permohonan maaf karena yang melakukan kegiatan seperti itu, mereka merupakan anak-anak kita yang perlu di lakukan pembinaan. Mereka hanya tertipu oleh orang-orang yang berseberangan faham," ujar Deki. 

Deki melanjutkan, KKSB bersedia menyerahkan kembali senjata TNI yang telah dirampas karena desakan seluruh masyarakat, yang  sebenarnya rakyat sangat menginginkan kemajuan di daerahnya.

Sementara Letkol Inf Jimmy TP Sitinjak menyampaikan, yang intinya bahwa TNI  sebagai aparat kemanan sangat berterima kasih kepada para kepala distrik dan kepala kampung yang telah membantu kembalinya senjata yang dirampas dari anggota TNI.  

"Ini adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini telah terjalin dengan baik. Kami akan terus berusaha membantu agar program yang sudah di buat oleh pemerintah pusat bisa masuk menuju distrik-distri serta kampung kampung yang ada di pelosok Kabupaten Paniai demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Paniai," ucap Letkol Inf. Jimmy.

Sementara itu Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi melalui telpon selular saat diminta tanggapan dan langkah-langkah Kodam atas insiden ini menyampaikan harapan dan himbauan kepada seluruh saudara-saudara sebangsa yang masih di hutan agar segera kembali ke pangkuan NKRI. 

"Mari kita bahu membahu membangun Papua ini demi kesejahteraan bersama. Kasihan generasi-generasi penerus kita kalau mereka tumbuh dan berkembang di dalam suasana konflik. Mari kita akhiri konflik. Ingat mengangkat senjata secara Illegal adalah perbuatan melanggar hukum dan tidak dibenarkan oleh hukum manapun di dunia," tegas Kolonel Aidi. (sg/dispenad)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda