sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » BSSN : Hoax, Informasi Pemantauan Media Telekomunikasi

Jakarta, Laras Post – Kembali marak hoax atau berita bohong terkait pemantauan pesan di aplikasi WhatsApp dan sosial media lainnya oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Dalam twitternya BSSN memastikan bahwa pesan berantai tersebut adalah Hoax.

BSSN juga mengklarifikasi isi pesan berantai tersebut. Dalam pesan berantai tertulis kalau Kepala BSSN Djoko Setiadi dilantik Presiden Republik Indonesia pada 17 Mei 2018. Padahal faktanya, Djoko dilantik pada Rabu (3/1/2018).

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Network for Corruption Watch, C. Herry SL mengatakan, masyarakat hendak menggunakan media sosial secara bijaksana dan tidak mudah percaya dengan informasi yang tendensius, bersifat menghasut, menebar kebencian, dan fitnah.

“Jika memperoleh informasi yang diragukan kebenarannya hendaknya langsung hapus, jangan disebar-luaskan,” tegasnya, pada Rabu (29/8/2018) di ruang kerjanya.

Adapun hoax atau berita bohong yang belakangan kembali marak itu, diantaranya menyebutkan, semua aktivitas hand phone dan media telekomunikasi serta segala media sosial terpantau 100%.

Setelah dilantiknya  Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN), 17 Mei 2018, oleh Presiden RI Jokowi akan di catat:

1. Semua panggilan dicatat.
2. Semua rekaman panggilan telepon tersimpan.
3. WhatsApp dipantau.
4. Twitter dipantau.
5. Facebook dipantau.

Semua media sosial dan forum dimonitor.

Mohon di informasikan kepada rekan rekan, keluarga dan saudara yang tidak tahu.

Perangkat akan terhubung ke sistem pelayanan, sehingga diharapkan dalam menggunakan media sosial dan berkomunikasi senantiasa berhati-hatilah dalam  mengirimkan pesan yang tidak perlu.

Diharapkan informasi ini dapat disampaikan kepada anak-anak, kerabat dan teman tentang informasi ini.

Diharapkan tidak  meneruskan tulisan atau video dan sejenisnya,bila  Anda menerima postingan mengenai situasi politik masalah Pemerintahan sekarang (terkait UU ITE).

POLRI telah mengeluarkan pemberitahuan yang disebut Kejahatan Cargo, dan tindakan akan dilakukan, bila perlu hapus saja postingan yang masuk kalau akan merugikan anda contohnya, Pesan-pesan yang berisi tentang hasutan, teror dan pornografi.

Menulis/meneruskan pesan apapun pada setiap perdebatan politik dan   agama sekarang merupakan pelanggaran penangkapan tanpa surat perintah (dasar UU No. 19 Thn 2016 tentang Perubahan UU ITE No. 11/2008).  (her).

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda