sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Ketua NCW : Cabut Izin Importir Terdaftar Besi Baja

Ketua Umum NCW C. Herry SL

Jakarta, Larast Post – Network for Corruption Watch (NCW) mendukung upaya pemerintah melakukan pengendalian impor dan peningkatan ekspor.

Ketua Umum NCW C Herry SL mengatakan, pihaknya mendukung strategi pemerintah memperkuat cadangan devisa dalam menghadapi ketidak-pastian global, dengan melakukan pengendalian impor.

“Saya kira strategi pemerintah, patut kita dukung karena dengan pengendalian impor strategis dan menghentikan impor tidak strategis, dapat mendukung peningkatan devisa,” tegasnya, pada Larast Post, pada Kamis (2/8/2018) di secretariat NCW di bilangan Jakarta Timur.

C Herry SL mengusulkan, pemerintah perlu mengendalikan impor, salah satunya membatasi impor besi baja, dengan cara menghentikan pemberian dan penerbitan Persetujuan Impor (PI) kepada Importir Terdaftar (IT) Besi Baja. 

“Sebab, perusahaan importir terdaftar besi baja, bukan merupakan pelaku industri atau pabrikan yang betul-betul membutuhkan bahan baku besi baja yang akan dipergunakan untuk melakukan proses produksi,’ ujarnya.

Ketua NCW menjelaskan, perusahan Importir Terdaftar (IT) Besi Baja merupakan perusahaan perdagangan yang melakukan importasi besi baja demi meraih keuntungan sebesar-besarnya.

Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar perusahaan Importir Terdaftar (IT) Besi Baja, telah membuat dan mengajukan dokumen perjanjian indentor rekayasa atau palsu. 

Pada saat besi baja telah tiba, lanjut C Herry SL, perusahaan Importir Terdaftar itu, justru melakukan penjualan secara sembarang ke pasar umum, tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga sangat mengacaukan pasar besi baja. “Selain itu, telah menimbulkan beban yang besar kepada konsumen, dan sangat mengganggu industri besi baja yang betul betul membutuhkan,” tuturnya. 

Lebih lanjut C Herry SL menyatakan, untuk mengatasi kebutuhan terhadap besi baja yang belum diproduksi di dalam negeri, perusahaan Importir Produsen (IP) Besi Baja, jauh lebih mengetahui dan berpengalaman dalam melakukan seleksi impor besi baja yang sesuai dengan kebutuhan. 

“Berbeda dengan perusahaan importir terdaftar yang asal melakukan importasi besi baja demi meraih keuntungan sehingga justru menjadi saingan usaha dengan perusahaan impotir produsen besi baja yang benar benar melakukan usaha industri dengan menyerap tenaga kerja yang cukup besar,” terangnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, dua hal penting yang harus dilakukan sebagai strategi kebijakan untuk memperkuat cadangan devisa agar ekonomi Indonesia semakin kuat dan meningkat dalam menghadapi ketidakpastian global, yaitu pengendalian impor dan peningkatan ekspor.

“Saya minta dievaluasi lagi secara detail impor, barang-barang yang tidak bersifat strategis yang perlu kita setop dulu atau dikurangi atau diturunkan,” tegasnya saat Rapat Terbatas (ratas) Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa, pada Sealasa  (31/7/2018) siang, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor Non Migas, pada Januari hingga Juni 2018 mencapai 75 miliar dollar AS atau meningkat sebanyak 23,54 persen dalam setahun, dan impor Besi Baja menduduki nomor urut ketiga besar, yakni dengan nilai sebesar 4,67 nilliar dollar AS, setelah impor komponen infrastruktur yang terdiri, mesin pesawat mekanik sebesar 12,6 miliar dollar AS, dan peralatan listrik sebesar 10,1 miliar dollar AS. (her, sg, ram)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda