sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Nita Siregar, Relawan Wiethoff Bergabung Dengan PMI, Bantu Korban Lombok

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto, didampingi Kapolri Tito Karnavian, ketika memberikan keterangan penanganan bencana korban gempa Lombok
Jakarta, Laras Post - Amdainita Siregar, panggilan akrab Nita, Pendiri Yayasan Puri Siwi (YPS), Tangerang Selatan, Banten bertekad ingin membagikan langsung bantuan yang berhasil dikumpulkannya kepada korban gempa di Lombok,  Nusa Tenggara Barat (NTB).  

Nita Siregar, Terbang Selasa (21/08) Minggu lalu, dengan menggunakan pesawat CN dari Bandara Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, menuju Posko Palang Merah Indonesia (PMI) yang berada di Kauman Lombok Tengah. Setelah tiba ditujuan, Nita menjalin hubungan bersama relawan  komunitas lain dan anggota PMI Lombok Tengah. 

Hari kedua, Rabu, (22/08), Nita Siregar, usai melakukan sholat Idul Adha, di kantor Gubernuran, Nita bertemu dengan  Wakil Gubernur Lombok, Muhammad Amin,  mengungkapkan rasa prihatinnya atas musibah yang dialami masyarakat Lombok.

Rasa keperihatinan Nita terhadap para korban Lombok, selanjutnya relawan dari YPS, Tangerang Selatan itu lalu menyumbangkan 1 ekor kurban sapi kepada Islamic Centre NTB.

Komandan Penangananan Darurat Bencana (PDB) Kolonel CZi Ahmad Rizal Ramdhani yang juga Danrem 162 Wira Bhakti sedang memberikan bantuan para korban gempa Lombok
Dalam kesempatan itu, Nita, melanjutkan kunjungan ke camp-camp pengungsian korban gempa yang ada di Lombok Tengah.

"Kunjungan pada hari pertama saya juga mengantar relawan asing dari Red Cross yg berasal dari Jerman dan Kenya, yang juga ingin menyalurkan bantuannya," tutur Nita, menambahkan.

Pada hari ketiga, Kamis, (23/08) Nita bersama anggota PMI dan relawan lainnya dari Kompas. Nita, bersama rombongan relawan yang lainnya setelah dari  Kauman Lombok Tengah, lalu meneruskan perjalanannya berangkat menuju ke Lombok Utara, tepatnya di Desa Orong Kopong, Lombok Utara.

Nita Siregar bersama anggota PMI dan relawan lainnya ketika di Posko Gabungan Peduli Gempa Lombok.
Dikatakan Nita, Lokasi Ini merupakan salah satu lokasi gempa terparah dimana hampir semua bangunan rumah penduduk hancur rata dengan tanah. "Di sini tampak banyak tenda atau camp-camp pengungsian yang dibuat dengan menggunakan bilik bambu beratap jerami". Katanya.

Nita Siregar, relawan dari Tangerang Selatan itu, lebih lanjut mengatakan, "Sebagian masyarakat sudah mendapatkan bantuan dari TNI, juga bantuan dari para relawan yang peduli datang berbagai daerah, tapi sayangnya pendistribusian bantuan masih belum merata, sebab masih banyak barang logistik tertahan di Lanud Rambige," ungkap Nita, relawan Tangsel itu.

Hari ke empat, Jumat, (24/08),  Nita, menyumbangkan hewan kurban di Islamic Centre di Lombok Tengah. Hewan kurban yang disumbangkan ini, yang diperoleh Nita, dari hasil sumbangan masyarakat melalui YPS Tangsel. 

"Daging kurban kami bagikan kepada masyarakat korban gempa di beberapa lokasi. Usai ini kami akan melihat kegiatan Children Care yang akan digelar oleh Yayasan Hope Indonesia diantaranya, Cilincing Community, Tanah Merah Community dan Surabaya Community (yang tergabung dalam HOPE Indonesia) di RSUD Provinsi dan di  Senggigi Lombok Timur," ujar Nita, lagi menambahkan.

Hingga Minggu, (25/08), Nita Siregar, relawan YPS Tangsel masih bertahan di Lombok untuk melihat di mana lokasi yang juga terkena dampak gempa, "semoga kami bisa terus memberikan bantuan, meringankan beban para korban gempa di Lombok," ujar Nita yang berharap bencana alam gempa bumi di Lombok segera berakhir.

Acungan jempol kepada TNI

Pendiri YPS itu, mengacungkan jempol kepada TNI yg begitu totalitas membantu para korban tanpa mengenal lelah bahu membahu bersama Relawan lainnya dan saat ini yang perlu dibenahi pendistribusian bantuan agar lebih terorganisir dengan baik sehingga seluruh bantuan yang sudah ada bisa merata diterima para korban gempa.

Badai pasti berlalu dan matahari kembali bersinar, pasrah dan berserah diri dengan doa yang tidak putus selalu kita panjatkan kepada Allah SWT, hingga kita dapatkan masa depan yang lebih baik amin, demikian tutur Nita mengakhiri perbincangan.

Sementara itu, Kapendam Jaya Kolenel Inf Kristomei Sianturi, A.Sos Msi (Han), selaku koordinator Publikasi Mandalika Marathon 2018 didampingi Agung Nugroho juga merupakan salah satu inisiator 7 KM Lombok Charity Run juga peduli korban gempa Lombok.

14 komunitas lari sepakat menggelar 7 KM Lombok Charity Run
"Kami selaku bagian dari The Indonesion National Armed Forces Mandalika International Marathon 2018 turut merasakan duka yang mendalam atas musibah yang di alami oleh saudara-saudara kita di Lombok, Oleh karenanya kami bersama 14 komunitas lari sepakat menggelar 7 KM Lombok Charity Run sebagai bentuk kepedulian kami dan mengajak bersama sama untuk meringankan beban saudara-saudara kita". Terangnya.

Dikatakan, donasi yang berhasil dikumpulkan dalam kegiatan ini akan langsung diberikan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa di NTB. Demikian ujar Kapendam Jaya Kolenel Inf Kristomei Sianturi menambahkan (her).

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda