sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Pelaku Pembacokan Belum Tertangkap, Polres Bogor Diminta Bergerak Cepat


Bogor, Larast Post - Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Bhayangkara Utama mendesak Polres Bogor, Jawa Barat, untuk menangkap para oknum pembacok wartawan media Metropol, WD (34), yang hingga kini penanganan kasusnya terkesan lamban.

Demikian Dikatakan  Wiri Y, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi LPKSM Bhayangkara Utama. 
Wiri Y mengungkapkan, sudah 20 hari sejak kejadian para terduga pembegal masih bebas berkeliaran dan menghirup udara bebas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolres Bogor AKBP Andy M Dicky agar menjadi atensi kasus ini cepat ditangani,” jelasnya, 

Kapolres Bogor AKBP Andy M Dicky, berjanji untuk menuntaskan kasus tersebut. Dia meminta waktu dua pekan untuk mengungkap kasus itu.

“Identitas para pembegal sudah di tangan, tinggal menunggu waktunya saja untuk segera dilakukan penangkapan. Karena mencari dan menangkap orang tidak semudah seperti menangkap ayam. Perlu persiapan dan strategi yang benar-benar matang. Mohon agar korban dan keluarganya bersabar ya,” ungkapnya sambil menunjuk Kasatreskrim Polres Bogor AKP. Benny Cahyono yang ikut hadir menerima kedatangan Tim LPKSM Bhayangkara Utama.

Untuk diketahui, seorang wartawan di Cibinong, Kabupaten Bogor, berinisial WD, menderita luka berat di beberapa bagian tubuhnya akibat bacokan dan sabetan parang yang dilakukan dua orang dan seorang lagi menunggu di kejauhan di dekat kendaraan bermotor sambil mengawasi situasi.
Kronologis peristiwanya terjadi pada Sabtu, 4 Agustus 2018 sekitar pukul 22.00 Wib. WD bersama tunangannya sebut saja Suci, tiba Area Ruko Lampu Merah Cikaret, Kelurahan Pabuaran Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Sambil duduk-duduk dengan Suci, WD berbincang-bincang dengan dua temannya, Candra dan Nungki.

Sekitar pukul 23.45 Wib, WD bersama Suci ikut mengantarkan Candra dan Nungki yang hendak ke dalam sebuah kafe yang bersebrangan dengan warung tempat WD makan sate.

Ketika WD dan Suci mengantarkan Candra dan Nungki ke dalam kafe, WD dan Suci melihat MN alias RN, dan kawan-kawannya berada duduk di bangku depan kafe. Adapun WD tidak berpikiran buruk apapun bakal terjadi seperti hal yang hampir merenggut nyawanya.

Pada pukul 00.30, WD mengajak Suci untuk pulang. Ketika berjalan menuju motor yang diparkir oleh WD di depan warung, tiba-tiba dari arah belakang WD dibacok oleh MN alias RN bersama adik iparnya, langsung menyerang WD dengan sabetan senjata tajam (sajam). Akibat kejadian itu, WD mengalami luka berat di bagian bahu kanan, pergelangan kanan dan siku tangan kiri.
Usai membegal WD dengan beberapa kali bacokan dan sabetan, korban masih terlihat kokoh dan malah berusaha melawan, dengan secepat kilat, MN bersama adik iparnya berlari menuju seorang pengemudi motor yang sudah menunggu tidak jauh dari TKP. 

Pada saat bersamaan, Suci berusaha mengejar para pembegal namun tidak terkejar, sedangkan WD dalam keadaan kritis berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan ke dalam kafe.

Pada Pukul 00.45 Wib, melihat kondisi WD yang hampir tidak sadarkan diri, para pengunjung kafe segera melarikan WD ke RSUD Cibinong sebelum dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta (vid)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda