sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Polda Jatim Amankan 13 Ton Beras dari UD. Leo Jaya Malang

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Agus Santoso (tengah) saat melakukan jumpa pers.

Surabaya, Larast Post - Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, berhasil mengamankan 13 ton beras, dari UD MRI atau Leo Jaya Malang.

Direktur Kriminal Khusus Kombespol Agus Santoso menyatakan pihaknya mendapat laporan dari CV Jodo selaku pihak yang memproduksi beras merk Mentari.

Dalam laporannya, pihak CV Jodo menyatakan jika pihaknya mendapat informasi dari karyawannya bahwa di pertokoan sekitar Malang menjual beras dengan merk Mentari setelah dicek ternyata merknya mirip dengan merk mentari yang diproduksi oleh pelapor.

Kemudian pada 17 Mei 2018 pihak CV Jodo melaporkan kasus ini ke Polda Jatim. Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh tim Satgas pangan Krimsus dengan melakukan penggeledahan dan penyitaan barang bukti di UD Leo Jaya. 

"Barang bukti yang disita sebanyak 592 sak dengan isi 25 kilo/sak," ujar Kombespol Agus saat jumpa pers, Kamis (30/8/2018).

Masih menurut Agus, dari hasil penyidikan beras yang dijual tersangka HNT adalah beras jenis medium namun ditulis dalam sak beras premium. " Jadi ada pemalsuan mutu dan merk. Setelah dilakukan pemeriksaan ada ketidaksesuaian dengan mutu dan standar," ujarnya.

Lebih lanjut Agus menyatakan, di pasaran beras tersebut dijual dengan harga Rp 10.000/kilo sedangkan beras premium merk mentari dijual 12.500/kilo. " Pelaku membeli beras langsung dari petani," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat empat pasal sekaligus, yakni Pasal 100 ayat (1) atau ayat (2) No 20 Tahun 2016 tentang Merek dengan ancaman pidana empat tahun dan denda Rp 2 miliar dan Pasal 102 Undang-undang No 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dengan ancaman hukuman kurungan 1 tahun dan denda Rp 200 juta.

“Tersangka juga dijerat Pasal 144 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman pidanan penjara tiga tahun dan denda Rp 6 miliar, Pasal 62 ayat (1) Pasal 8 Ayat (1) Huruf e Undang-undang No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar,” pungkasnya.(Muji)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda