sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Polres Purbalingga Bekuk Tiga Pengedar Obat Terlarang

Polres Purbalingga menggelar press release pengungkapan peredaran obat terlarang.

Purbalingga, Larast Post - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Purbalingga membekuk pengedar obat terlarang. Tiga tersangka berhasil diamankan di dua lokasi berbeda berikut barang buktinya.

Tersangka yang diamankan yaitu AP (24) warga Desa Sokaraja Kidul, Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas, YP (24) warga Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas dan RDP (23)  warga Desa Karangdadap, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

Kasat Reserse Narkoba AKP Senentyo saat memberikan keterangan pers, Kamis (2/8/2018) mengatakan bahwa penangkapan para tersangka berawal dari informasi masyarakat bahwa di sekitar Jembatan Linggamas Kecamatan Kemangkon sering dijadikan transaksi obat terlarang. Berdasarkan informasi tersebut, kita kemudian melakukan penyelidikan.

AKP Senentyo  menambahkan, Dari hasil penyelidikan pihaknya berhasil mendapatkan identitas penjual obat terlarang tersebut. Selanjutnya, sambungnya, pihaknya melakukan penyamaran sebagai pembeli dan berhasil mengamankan tersangka berinisial AP, pada Jumat (27/7/2018) di sekitar Jembatan Linggamas.

Dari hasil pengembangan, pihaknya kemudian berhasil menangkap dua tersangka lain yaitu YP dan RDP di depan Alfamart wilayah Desa Sokaraja Wetan Kabupaten Banyumas, Sabtu (28/7/2018).

Dalam pemeriksaan, tersangka RDP diketahui mengedarkan obat terlarang di wilayah Banyumas. Oleh sebab itu, tersangka dilimpahkan ke Polres Banyumas.

"Satu tersangka berinisial YP merupakan DPO sejak awal tahun ini dengan kasus yang sama. Dia menjual obat terlarang ke kalangan pelajar di wilayah Kabupaten Purbalingga," kata Senentyo.

Dia menegaskan, dari tangan para tersangka pihaknya berhasil mengamankan ratusan psikotopika jenis Alprazolam, Tramadol dan Heximer. Selain itu, diamankan pula uang hasil penjualan obat terlarang dan barang lain seperti pakaian dan telepon genggam yang digunakan untuk bertransaksi.

"Tersangka kami jerat dengan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta," pungkas Senentyo.  (agus p)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda