sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Presiden Jokowi : Anak Muda Harus Berani Ambil Peluang Bisnis

Presiden Joko Widodo saat membuka Young on Top National Conference (YOTNC) di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (25/08).
Jakarta, Laras Post - Presiden Joko Widodo mendorong anak-anak muda Indonesia harus berani mengambil peluang dan memulai bisnis. Hal itu  disampaikan Presiden saat membuka Young on Top National Conference (YOTNC) yang digelar di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (25/08).

"Untuk anak-anak muda, mulailah, kalau ingin berusaha cepat mulailah. Tetapkan ide, tetapkan jenis usaha yang ingin kita kerjakan, tentukan tujuan, mau ke mana bisnisnya, tujuannya harus ada," kata Presiden, memberi semangat.

Walaupun demikian, Presiden juga menyampaikan agar anak-anak muda ini tetap melakukan perhitungan ketika ingin membuka bisnis. Presiden menyarankan agar mereka yang pemula melakukan penelitian atau survei terlebih dahulu sebelum memulai bisnisnya.

Lebih lanjut Presiden Joko Widodo, "Kalau punya duit, survei gede-gedean. Harus ada, harus ilmiah, disurvei betul-betul sehingga kita punya kalkulasi-kalkulasi, perhitungan-perhitungan baik dalam menentukan lokasi, baik dalam menetapkan jenis bisnis yang akan kita kerjakan," lanjutnya menambahkan.

Dikatakan, selain melakukan survei, baik survei mengenai perilaku konsumen, kondisi bisnis, maupun ekosistem bisnis, Presiden pun menuturkan agar para pemula menetapkan jenis usaha, ide, dan tujuan. Selain itu, momentum atau timing untuk memulai juga perlu diperhitungkan.

"Kalau saya mengurus bisnis, sudah feeling. 'Wah ini peluang', sudah saya putuskan, bisa. Tapi kalau pemula memang harus melakukan itu (survei)," katanya.

Presiden juga mendorong anak-anak muda agar tidak takut untuk menghadapi risiko dalam berbisnis. Meskipun demikian, ia menyampaikan agar risiko tersebut tetap dikalkulasi.

"Risiko yang tidak terkalkulasi itu namanya ngawur, nabrak-nabrak namanya. Harus dikalkulasi. Kalau kalkulasinya luput, ada risikonya. Itulah bisnis," lanjutnya.

Presiden pun sempat bercerita mengenai awal mula ia terjun ke dunia bisnis. Kondisi bisnis saat ini, kata Presiden, berbeda dengan kondisi pada zaman dulu. Menurutnya, kini seorang pebisnis tidak memerlukan fixed asset seperti pabrik.

"Tidak perlu yang namanya bisnis besar itu memiliki pabrik yang gede-gede, enggak perlu. Karena yang dijual sekarang adalah brand value, yang dijual itu nilai brand. Fixed asset yang besar tidak perlu. Sekarang yang perlu light asset tapi valuasinya tinggi. Ini yang diperlukan," katanya memberi masukan terhadap pengusaha muda yang menghadiri acara tersebut.

Fokus pada Bisnis yang Dijalani

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo, untuk meyakinkan kepada anak-anak muda yang lain selain yang diajak Presiden  2 anak muda yang baru atau akan memulai bisnis untuk tampil ke depan dan berbagi cerita. Adapun dua anak muda yang diajak yaitu,  Rendy dan Dea, yang kemudian maju dan bercerita mengenai bisnisnya.

Di hadapan Kepala Negara, Rendy bercerita mengenai bisnisnya yang memiliki konsep untuk memfasilitasi pelaku UMKM di bidang jasa bertemu dengan pengguna jasanya.

Rendy dan Dea ketika bercerita mengenai bisnisnya di hadapan Kepala Negara
"Karena kebanyakan marketplace kita yang ada seperti Tokopedia, BukaLapak hanya fokus untuk ke produk atau barang. Sedangkan untuk fasilitasi untuk teman-teman UMKM yang berada di bidang jasa belum ada wadahnya. Saya punya marketplace yang namanya rumahjasa.net," ujarnya.

Sementara Dea bercerita mengenai keinginannya untuk memiliki bisnis makanan. Secara khusus Dea ingin memberdayakan mereka yang masih sekolah dan berharap bisnisnya bisa membantu mereka melanjutkan sekolah.

Presiden pun mengapresiasi keduanya dan memberikan saran agar mereka tetap fokus menekuni bisnisnya. Karena menurut pengalamannya, mereka yang tidak bisa melompat adalah yang sering bergonta-ganti bidang bisnisnya.

"Hanya memang, kalau kita masih memulai, sebaiknya memang menurut saya, bisa salah bisa benar, fokus saja. Saya lihat teman-teman saya yang tidak bisa cepat melompat itu seringnya gonta-ganti," tandasnya (her/sg).

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda