sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Sofyan Djalil : Syukuri Keragaman Indonesia

Sofyan Dakilil di sela sela kuliah umum pada CPNS Kementerian ATR/BPN
Bogor, Larast Post - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil mengatakan, Indonesia merupakan negara majemuk yang terdiri dari suku, agama dan ras. Setiap masyarakat memiliki peluang dapat menjadi apa saja serta mewujudkan cita-citanya. 
\
"Kita harus bersyukur lahir di Indonesia," ujar Sofyan saat memberikan kuliah umum kepada 278 orang peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II Angkatan VII sampai dengan Angkatan XIII (Gelombang 4)  pada Rabu (8/8/2018), di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian ATR/BPN, Cikeas Udik, Bogor, Jawa Barat.

Pada kesempatan itu, Sofyan juga bercerita pengalaman hidupnya. Ia lahir di Provinsi Aceh. Ayahnya tukang pangkas rambut dan ibunya guru mengaji. 

“Gelar saya pertama kali adalah Pendidikan Guru Agama atau PGA. Saya juga sempat bekerja di pabrik karet selama 3 tahun lalu kemudian datang ke Jakarta untuk mengadu nasib," ujarnya.

Di Jakarta Sofyan sempat bekerja di Kejaksaan Agung dan memiliki  keinginan untuk ikut ujian agar bisa menjadi Hakim. “Namun, keluarga tidak setuju sehingga saya keluar dan gagal sudah impian saya menjadi Hakim,” tuturnya. 

Keluar dari Kejaksaan Agung, ia kemudian melamar sebagai peneliti di sebuah lembaga penelitian. “Setahun setelahnya lulus ujian agar dapat melanjutkan pendidikan keluar negeri," ungkapnya.

Menteri ATR/Kepala BPN juga berbagi tips supaya bisa meraih kesuksesan dan keberhasilan dalam berkarir. "Agar sukses dalam bekerja dan meraih apa yang kita cita-citakan adalah dengan menanamkan etos kerja keras dan membentuk karakter kita," ujar Sofyan A. Djalil.

Ia menyebutkan, sebagai orang yang bersyukur menjadi bangsa Indonesia, harus merawat persatuan dan kesatuan yang sudah ada.

Menurutnya, saat ini banyak terjadi intoleransi sehingga menimbulkan bibit-bibit perpecahan antar masyarakat. "Untuk itu, kita perlu menjunjung Pancasila bersama Bhinneka Tunggal Ika," pungkasnya. (her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda