sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Sofyan Djalil : Segera Bentuk MPP

Sofyan Djalil foto bersama pengurus IPPAT
Jakarta, Larast Post – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil meminta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) segera membentuk Majelis Pertimbangan dan Pengawasan Kode Etik PPAT.

“Dasar dari organisasi profesi adalah adanya kode etik organisasi. Saya minta agar PPAT segera membentuk MPP Kode Etik PPAT," kata Sofyan saat memberikan pengarahan kepada Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), pada Jum'at (3/8/2018), di Aula Prona Lantai 7, Gedung Kementerian ATR/BPN.

Disebutkan, Kementerian ATR/BPN telah mengeluarkan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pembinaan dan Pengawasan PPAT. 

PPAT adalah Pejabat Umum yang diberikan kewenangan untuk membuat akta-akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun.

Sofyan mengatakan, Pemerintah memiliki target agar tahun 2025 seluruh tanah di wilayah Indonesia sudah terdaftar, sehingga saat ini di daerah-daerah sedang dilaksanakan secara serentak kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). “Nantinya jika seluruh tanah sudah terdaftar, banyak orang yang akan menggunakan jasa PPAT,” ujarnya. 

Namun, lanjut Sofyan, masalahnya ada juga orang yang tidak mau ikut PTSL, alasan mereka, jika tanahnya sudah bersertipikat, maka jika ingin dijual harus lewat PPAT. Kalau belum bersertipikat, dapat dengan mudah ditransaksikan. 

“Ini perlu dipikirkan karena tujuan utamanya agar bagaimana seluruh tanah didaftarkan karena sertipikat dapat menciptakan financial inclusion," ungkapnya. 

Pada kesempatan itu, Sofyan A. Djalil mengucapkan selamat kepada pengurus yang sudah dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum IPPAT pada Jumat (3/8/2018). 

Ia berpesan agar setiap anggota terpilih mengikuti filosofi Jawa menang tanpa ngasorake, yang artinya, menang tanpa merendahkan yang kalah. “Untuk itu, saya berpesan agar setiap anggota dapat berkonsolidasi dan dapat berkerja bersama kembali dalam wadah IPPAT," ucapnya. (her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda