sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Strategi 'Main Catur' Jokowi Vs Prabowo, Skakmat atau Remis

ilustrasi.
Oleh : Sugiarto (Redaktur Larast Post)
Strategi politik 'main catur' Jokowi Vs Prabowo saat ini bergulir, kedua kubu tak mau ceroboh dalam menurunkan bidak catur. Terutama pergerakan ster dan kuda jika kedua kubu salah satu langkah saja skak ster ataupun skak mate bahkan remis bakal terjadi.

Menurut penulis, bahwa keputusan capres dan cawapres 2019 kedua kubu sengaja diulur hingga injury time.

Perlu diketahui pendaftaran Capres dan Cawapres 2019 telah mendekati injury time yang akan ditutup besok Jumat (10/8) pukul 24.00 WIB.

Dari semula kedua kubu baik Jokowi maupun Prabowo telah melakukan konsolidasi politik dengan sejumlah tokoh partai. 

Prabowo telah melakukan sejumlah pertemuan dengan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman Prabowo, Jakarta Selatan.

Sementara Presiden Jokowi pun melakukan hal yang sama dengan mengajak makan malam dengan sejumlah elit politik di bilangan Kota Bogor, Jawa Barat.

Ada yang menarik kali ini Ustadz fenomenal Abdussomad (UAS) telah diangkat namanya oleh sejumlah ulama yang diantaranya tergabung 212.

Para ulama tersebut berijtimak (sepakat tidak ada perbedaan) mengusung UAS sebagai Cawapres.

Namun hal itu sempat ditolak UAS bahwa dirinya tidak akan maju pada dunia politik apalagi Cawapres.

Tak mau kalah Jokowi pun beberapa kali telah melakukan sapari politik bersama dengan tokoh ulama, PKB dan PPP. Dan ada empat nama dari kalangan tokoh ulama yang digadang gadangkan bakal mendampingi Jokowi antara lain, Cak Imin, Maruf Amin, TGB dan M Romahurmuziy (Romy).

Adu strategis pun terjadi, jika kubu Prabowo mengusung Capres UAS pasti dilawan ulama lagi yaitu Ma'ruf Amin.

Namun jika dari kalangan akademisi misalnya Anies Baswedan pasti kubu Jokowi akan menurunkan Machfud MD. Sedangkan jika yang diturunkan dari kalangan purnawirawan misalnya Gatot Nurmantyo, pihak Jokowi pastinya akan memasang Moeldoko.

Dari hasil konsolidasi sempat mencuat sejumlah tokoh yang akan mendampingi Jokowi yang didukung 9 partai, PDI-P, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, PPP, Perindo, PSI, dan PKPI.

Adapun nama nama yang bakal mendampingi Jokowi jadi Cawapres diantaranya, Gubernur Provinsi NTB, Tuan Guru Bajang (TGB), Machfud MD, Ma'ruf Amin, Cak Imin, Moeldoko dan Romy.

Pasangan Probowo yang didukung sejumlah partai oposisi, Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, PBB, dan Partai Berkarya. Diduga kuat partai oposisi bakal mengusung Cawapres diantaranya, UAS, Salim Segaf Aljufri, Anies Baswedan, AHY, dan Yusril IM.

Namun sempat ada isu beredar bahwa akan terbangung kubu baru dari partai oposisi, yaitu Gerindra akan menggandeng Demokrat, PBB, dan Partai Berkarya. Sementara kubu baru akan berkoalisi anatar lain, PAN menggandeng PKS, dan PKB.

Menurut pengamatan penulis, kubu opisisi yang selama ini terbangun tak akan pecah begitu saja. Terlebih pada Pilpres 2019 telah menggunakan system Presidential Threshold (ambang batas capres dan cawapres). 

System Presidential Threshold  mensyaratkan salah satu partai politik maupun gabungan harus memperoleh kursi DPR minimal 20 persen atau 25 persen dari suara sah nasional.

Namun yang pasti masyarakat harap bersabar pengumuman secara resmi kedua kubu yang akan dideklarasikan sore nanti Kamis (9/8) atau Jumat besok (10/8). Semoga

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda