sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Tim Survey "Papua Terang" Diserang KKSB, Lima Prajurit Terluka

Kapendam XVII/Cendrawasih M Aidi
Jayapura, Larast Post - Tim survey program "Papua Terang" yang dikawal 16 pasukan TNI diserang kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kampung Bokoa Distrik Wegemuka, Kabupaten Paniai, Pupua, baru baru ini.  

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi menjelaskan, tim survey bekerja dalam rangka mendukung program pemerintah Papua Terang, sehingga diharapkan seluruh masyarakat Papua sampai ke pedalaman menikmati penerangan listrik. 

Sangat disayangkan karena adanya sekelompok orang selalu menghambat proses pembangunan di tanah Papua melakukan tindakan kekerasan dan tidak ber-perikemanusiaan.

"Mereka ini mempersenjatai diri secara Illegal dan selalu membuat kekacauan di tanah Papua, dengan dalih perjuangan kemerdekaan Papua pisah dari NKRI. Padahal merekalah yang telah merampas kemerdekaan Masyarakat Papua. Mereka menciptakan teror, melakukan pembantaian baik terhadap masyarakat sipil maupun terhadap aparat keamanan," ucap perwira lulusan Akmil 1996 ini dalam siaran pers, Senin (6/8).

Kronologi Penyerangan

Kapendam XVII Cendrawasih menerangkan awal mula penyerangan tersebut, Tim Survey yang beranggotakan 17 orang itu antara lain, 3 orang tenaga ahli PLN, 3 orang tenaga Suka rela, 11 Mahasiswa, dipimpin Sugiri sebagai koordinator sekaligus pendamping diserang kelompok KKSB.

Adapun ke 11 mahasiswa antara lain, 4 orang Mahasiswa UI dari Jakarta dan 7 orang Mahasiswa Uncen putra-putra terbaik asli Papua. 

Sebelumnya tim survey yang dikawal 16 prajurit pengamanan TNI berangkat dari Bandara Paniai menuju Distrik Wagemuga Kabupaten Paniai dengan menggunakan dua unit Speed Boat. 

Tiba Pukul 08.19 WIT tim survey tersebut langsung disambut baik masyarakat Distrik Wegemuka menuju arah Kampung Kinou, dengan melewati 7 Kampung yaitu Kampung Muyadebe, Kampung, Kegomakida, Kampung,  Uwamani, Kampung Bokoa, Kampung Ugitadi, Kampung  Dapaiba dan Kampung Kinou. 

Kegiatan tim survey melaksanakan pengambilan gambar  dan melaksanakan pencatatan data elektronik. Selama melewati tujuh kampung tersebut mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Namun pada saat Tim tiba di Kampung Kinou dihentikan tiga orang masyarakat Kinou dan meminta tim untuk kembali karena tidak membawa surat ijin dari Pemda. 

Selanjutnya Serma Alpius Gobay berusaha untuk bernegoisasi dengan ketiga masyarakat tersebut, tetapi ketiga orang masyarakat tersebut tetap bersikukuh agar tim survey kembali. 

Untuk menghindari benturan dengan masyarakat, Tim kembali menuju ke pelabuhan Kampung Muyadebe Distrik Wegemuka, tetapi pada saat tiba di Kampung Bokoa, tim dikejar sekitar 50 orang KKSB dan masyarakat dengan membawa sekitar 10 pucuk senjata laras panjang campuran, panah, parang dan kampak.  

Tidak beberapa lama kemudian dari kiri, kanan dan belakang rumah penduduk Kampung Bokoa keluar sekitar 30 orang KKSB dan dan puluhan masyarakat lainnya yang juga membawa sekitar 20 pucuk senjata laras panjang berbagai tipe dan senjata lainnya untuk mengepung tim survey. 

Mereka mengeluarkan tembakan secara membabi buta dan berusaha merampas senjata milik TNI. Anggota TNI dibawah pimpinan Serma Alfius Gobay berusaha melakukan perlawanan untuk mempertahankan senjatanya, namun karena jumlah yang tidak berimbang akhirnya KKSB berhasil merampas tiga pucuk senjata senapan panjang.

Sementara itu ratusan warga masyarakat yang mendukung dan melindungi tim survey berdatangan dan mengusir kelompok KKSB. Untuk menghindari jatuh korban masyarakat sipil, Serma Alifius Gobay memerintahkan kepada seluruh anggota agar tidak ada yang mengeluarkan tembakan.

Akibat kejadian tersebut beberapa orang anggota TNI mengalami luka-luka antara lain Serma Alfius Gobay selaku Dantim pengamanan (putra asli Papua) mengalami luka Bibir pecah kena pukulan benda tumpul. Sertu Yauji luka memar di bagian punggung sebelah kiri kena pukulan balok, Sertu Hardi luka lebam di muka. Semantara Kopda Karyadi luka sobek di atas pelipis dan kaki kanan kena kampak, dan Prada Irfannudin luka sobek kepala belakang. 

Sedangkan tim survey lainnya dalam keadaan aman dan saat ini seluruh korban telah dievakuasi ke Paniai,  selanjutnya korban Kopda Karyadi dan Prada Irfandi mendapat perawatan medis di RSUD Kabupaten Paniai. 

Kolonel Aidi menegaskan, bayangkan sekelompok mahasiswa (sebagian dari mereka adalah putra-putra terbaik asli Papua) beserta tenaga ahli dari PLN melaksanakan survey untuk mewujudkan program Pemerintah, Papua terang. Dengan harapan agar seluruh wilayah Papua hingga ke pelosok menikmati penerangan listrik untuk kesejahteraan rakyat.

Dijelaskan Aidi, sebaliknya KKSB menyerang tim survey dan melakukan tindakan kekerasan, melukai aparat keamanan, merampas senjata dan yang paling penting mereka menghambat proses pembangunan di Papua.

“Nanti bila aparat keamanan melaksanakan penindakan hukum mereka lantas berteriak-teriak minta perlindungan kepada LSM-LSM, Komnas HAM bahkan Pendeta-pendeta yang mendukung tindakan kekejaman mereka,” Aidi pungkasnya.(sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda