sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Peristiwa

Hukrim

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Diduga Krisis Air Bersih, Petugas Siram Taman dengan Air Kotor

Petugas taman ketika menyiram tanaman dengan air kali
Jakarta, Larast Post - Musim kemarau berkepanjangan tidak hanya berefek pada minimnya ketersediaan air tanah, pohon-pohon yang tumbuh di halaman rumah maupun taman pun nampak layu. 

Di Taman Kompleks Kantor Walikota Jakarta Barat, misalnya, pohon yang tumbuh di taman tersebut nampak layu. Agar pepohonan tersebut tetap tumbuh, petugas pun kerap menyiramnya dengan air.

Namun ada yang berbeda. Saat musim hujan, petugas menyiramnya dengan air yang cukup bersih. Sementara saat musim kemarau, pohon itu diduga disiram air kotor berasal dari kali. Bisa jadi hal itu lantaran minimnya ketersediaan air bersih.   

Informasi yang diperoleh, Bagian Umum Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Barat yang memerintahkan petugas taman menyiram taman dengan air kotor yang bersumber dari sungai.

“Kita tidak tahu bang, apa harus pakai air bersih atau air kali, kita diperintahkan orang bagian umum,” ujar salah satu petugas taman.

Penyiraman dilakukan dalam sehari sebanyak tiga kali, “Sehari tiga kali, airnya dipompa dari kali,” ujarnya. 

Untuk keperluan penyiraman tersebut, sebelumnya petugas taman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat mempersiapkan pompa air untuk menyedot air kali yang berada di seberang gedung Blok B Kantor Wali kota Administrasi Jakarta Barat. Sangat jelas terlihat air kali tersebut sangat kotor dan berbau tidak sedap. 

Menurut seorang pegawai Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat,  menyiram tanaman dengan air kali (kotor) tidak akan maksimal dan menimbulkan polusi, karena air kali itu kotor dan bau.

“Tujuannya (pakai air kali) mungkin untuk menghemat tagihan rekening air bersih, dan bisa saja faktor krisis air bersih,” ujarnya. 

Hingga berita ini diturunkan, Pejabat Bagian Umum dan Protokol Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Barat belum dapat dimintai keterangan. (awl/david)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda