sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Festival Nasional Dalang Bocah dan Dalang Muda Tahun 2018

Foto bersama instansi terkait dalam rangka pembukaan Festival Nasional Dalang Bocah dan Dalang Muda Tahun 2018
Jakarta, Larast Post - Sejumlah pengrawit anak muda mengiringi pertunjukan wayang kulit dalam pembukaan Festival Nasional Dalang Bocah dan Dalang Muda Tahun 2018 di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Kamis (20/9/2018). 

Festival yang merupakan upaya meregenerasi kesenian wayang kulit tersebut diharapkan dapat memupuk darah seni bagi anak-anak dan pemuda untuk mencintai seni tradisional Indonesia sejak dini. 

"Wayang bukan hanya warisan budaya bangsa Indonesia, melainkan telah menjadi warisan budaya dunia," kata Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden Republik Indonesia Eko Sulistyo, dalam siaran pers.

Foto Ki Manteb Soedarsono dan Eko Sulistyo
Eko menekankan pentingnya wayang sebagai tradisional Indonesia yang layak dilestarikan, dan upaya Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) memfasilitasi bakat-bakat muda harus mendapatkan penghargaan tinggi. 

Dia juga menekankan pentingnya adanya upaya adaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk promosi melalui media sosial.

Ketua Pepadi Pusat Kondang Sutrisno mengatakan Pepadi telah menjalankan beberapa program pengembangan dan penguatan potensi dalang muda di Indonesia.  Selain melalui agenda rutin, Festival Dalang Bocah dan Dalang Muda Nasional 2018, Pepadi juga bekerja sama dengan Sanggar Sarotama Surakarta untuk menyelenggarakan agenda rutin Temu Dalang Bocah.

Kondang Sutrisno menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah salah satu kegiatan Pepadi untuk memupuk benih-benih dalang belia dan perkembangan jumlah dalang-dalang muda sangat luar biasa. 

Pada Temu Dalang Bocah 2017, lebih dari 300 dalang bocah berkumpul di Surakarta untuk unjuk kemampuan dan saling berbagi pengalaman. Jumlah ini lebih besar dari kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya. 

Sementara itu,  Ketua Panitia Festival Dalang Bocah dan Dalang Muda 2018 Suparno Wonokromo menyampaikan bahwa sudah menjadi tanggung jawab Pepadi untuk mewadahi semua geliat dan semangat generasi muda yang kian besar terhadap dunia pedalangan. Perhelatan besar ini diselenggarakan tiap tahun karena pentingnya menyediakan wadah untuk pengembangan tradisi pewayangan di Indonesia.

Festival Nasional Dalang Bocah dan Dalang Muda yang dilaksanakan pada tanggal 20-23 September 2018, menghadirkan dalang-dalang belia dari sejumlah provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Banten, Lampung, dan Kalimantan Selatan  Berlokasi di Panggung Candi Bentar, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. 

Festival ini terbuka untuk umum tanpa pungutan biaya bagi para pengunjung yang ingin menonton. Pada festival ini ditampilkan pergelaran wayang kulit purwa gaya Surakarta, wayang kulit purwa gaya Yogyakarta, wayang kulit Cirebonan, wayang golek, wayang Betawi serta wayang Banjar. Usia peserta beragam mulai dari yang berusia 8 tahun, hingga yang berusia 29 tahun.

Tantangan lain dalam proses pengembangan dunia pedalangan di Indonesia adalah melakukan adaptasi dengan teknologi. Pepadi tengah mengembangkan program “Dalang Bocah Goes Digital”, dengan mulai mengupayakan akses seluasnya bagi masyarakat Indonesia terhadap banyak pergelaran wayang melalui teknologi digital, kata Bagian Komunikasi di Festival Nasional Dalang Bocah Dan Dalang Muda 2018 Bambang Tri. 

Pepadi melihat pesatnya teknologi telah membawa potensi besar menjadi jembatan yang luas untuk lebih gencar dalam menggalakkan promosi budaya lokal. Berbagai upaya distribusi informasi tentang dunia pedalangan kini telah dilakukan melalui berbagai platform media sosial, termasuk Instagram, Youtube, Twitter dan Facebook. 

Bambang menuturkan bahwa kemampuan dalang muda semakin meningkat karena mereka melihat rekaman-rekaman pergelaran wayang melalui Youtube. 

"Meski banyak yang mengkhawatirkan teknologi sebagai sebuah ancaman, kami melihat teknologi digital telah mengakselerasi proses berlatih para bibit-bibit dalang muda Indonesia," kata Bambang Tri.

Foto dari kiri ke kanan : Elly Yuniarti Kasubdit Ekosbud Ditjen Kemendagri, Eko Tjipto Dewan Penasehat Pepadi Pusat dan Syarmadani Direktur Ekosbud Ditjen Kemendagri
Disamping itu, pembukaan ini juga dihadiri oleh Syarmadani Direktur dan Elly Yuniarti Kasubdit, Direktorat Ekonomi, Sosial dan Budaya, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri.

Diakhir acara pembukaan Festival Nasional Dalang anak dan Dalang muda tahun 2018, Syarmadani mengatakan, diperlukan upaya lebih keras untuk lebih menggalakkan pedalangan di wilayah Nusantara. 

"Di Sumatera, pertumbuhan potensi dalang muda memang jauh lebih subur dibandingkan di daerah lain. Ini akan menjadi perhatian Pepadi ke depan dan kami dari Kementerian Dalam Negeri siap berkolaburasi." tandas Syarmadani kepada media larast post. (her, srj, sg).

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda