sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

Olah Raga

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Feature

» » Indonesia Dorong Peningkatan Kerjasama Ekonomi ASEAN dengan Mitra Strategis

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita menghadiri Pertemuan AEM-Kanada Consultations ke-7 di Singapura, Sabtu (1/9). Selaku Koordinator Negara Kerja Sama Ekonomi ASEAN-Kanada, Mendag melaporkan beberapa hasil kegiatan yang telah dilakukan dalam kerangka ASEAN-Canada, khususnya terkait penyelesaian Studi Kelayakan Bersama untuk Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Kanada.
Jakarta, Larast Post – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa Indonesia turut mendorong peningkatan kerja sama ekonomi ASEAN dengan negara mitra strategis. 

“Kerja sama ekonomi antara ASEAN dengan negara mitra strategis perlu didorong dan ditingkatkan mengingat kontribusi positifnya bagi integrasi ekonomi ASEAN dan masyarakat ASEAN pada umumnya,” tegas Mendag Enggar, usai pertemuan ASEAN dengan negara-negara mitra, pada Sabtu (1/9/2018) di Singapura. 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi dalam siaran pers yang diterima Larast Post, pada Senin (3/9/2018) mengungkapkan, pertemuan ini merupakan rangkaian Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN ke-50 yang berlangsung pada 28 Agustus--1 September 2018.

Asean kembali menjajaki kerja sama ekonomi dengan negara mitra strategis yaitu Kanada, Amerika Serikat (AS), dan Rusia untuk mendorong peningkatan kerja sama ekonomi pada pertemuan konsultasi antara ASEAN dengan mitra strategis. 

Ketiga negara ini memiliki kontribusi yang cukup signifikan bagi integrasi ekonomi ASEAN melalui berbagai program kerja dan inisiatifinisiatif, meskipun belum memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan ASEAN.

Fokus pembahasan Menteri Ekonomi ASEAN dengan Kanada adalah penyelesaian Studi Kelayakan Bersama untuk Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Kanada (Joint Feasibility Study for an ASEANCanada FTA).

Mendag menjelaskan, hasil studi kelayakan ini merupakan salah satu referensi bagi ASEAN dan Kanada untuk memperdalam hubungan ekonominya menuju pembentukan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Kanada. “Namun demikian, masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk menajamkan dampak dari perwujudan perjanjian ini,” jelasnya.

Mendag Enggar sebagai koordinator negara (Country Coordinator) juga mengatakan, hasil studi kelayakan bersama menunjukkan perdagangan bebas ASEAN-Kanada dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan nilai perdagangan keduanya.

Dalam mewujudkan perdagangan bebas ASEAN-Kanada, selain pelaksanaan studi kelayakan bersama, kedua pihak sepakat melanjutkan pelaksanaan diskusi eksplorasi (Exploratory Discussion) yang berfungsi sebagai wadah pertukaran informasi, khususnya terkait tingkat ambisi, cakupan perjanjian dan pendekatan yang dilakukan oleh kedua belah pihak dalam merundingkan perjanjian perdagangan bebas di tingkat yang lebih teknis.

Selain melakukan konsultasi dengan kanada, Menteri Ekonomi ASEAN juga melakukan konsultasi dengan AS. Salah satu inisiatif yang diapresiasi oleh ASEAN adalah Program Magang AS-ASEAN yang diluncurkan pada bulan Mei 2018. 

Program ini menawarkan kesempatan bagi pelajar di ASEAN untuk magang di enam perusahaan besar AS yang berlokasi di ASEAN.

Menurut Mendag, program magang ini menguntungkan bagi ASEAN dan AS, mengingat pelajar ASEAN akan memiliki kesempatan bekerja di suatu perusahaan besar sehingga mampu meningkatkan keterampilannya. “Sedangkan perusahaan AS dapat memperoleh bibit unggul,” tegas.

Sementara itu, dalam Pertemuan Konsultasi dengan Rusia, para menteri menyambut baik finalisasi Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Ekonomi ASEAN-Eurasian Economic Commission (EEC). MoU ini direncanakan dapat ditandatangani di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-33 pada bulan November 2018 di Singapura.

Selain penandatanganan MoU, ASEAN dan Rusia sepakat melaksanakan Lokakarya “Regional Economic Integration in Eurasia Economic Union and ASEAN” di akhir tahun 2018 dalam rangka memberikan pemahaman terkait integrasi ekonomi dua kawasan.

Pertemuan Menteri Ekonomi East Asia Summit ke-6 Dalam rangkaian pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN ini, para Menteri Ekonomi ASEAN bersama Menteri Ekonomi Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Federasi Rusia dan Amerika Serikat juga bertemu dan saling bertukar pikiran mengenai tantangan bersama yang dihadapi dalam bidang ekonomi di masa mendatang. Pertemuan dikemas dalam format workinglunch Menteri Ekonomi East Asia Summit (EAS) ke-6. 

Dalam kesempatan ini, para Menteri juga memberikan ucapan selamat kepada Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) atas perayaan hari jadi ke-10 dan menyambut baik laporan The 11th ERIA Governing Board Meeting serta mengapresiasi kontribusi ERIA dalam mendukung integrasi ekonomi kawasan. (sg, wan)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda