sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Kompensasi Tak Merata, Aktivitas Eksplorasi Migas Lapindo Dipertanyakan

Pengeboran Lapindo Brantas.
Sidoarjo, Larast Post - Sebagian warga di sekitar lokasi pengeboran sumur gas baru Lapindo Brantas Inc di Desa Kedungbanteng RT 01 RW 01, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengaku belum mendapatkan kompensasi.

“Kalau disini, saya gak pernah menerima atau dengar ada kompensasi apa-apa dari Lapindo,” kata salah satu warga, yang enggan disebutkan namanya.

Menurut pria yang rumahnya berjarak 20 meter dari lokasi pengeboran sumur baru Lapindo Brantas Inc ini, hanya ada sekitar 20 sampai 30 rumah saja yang mendapatkan kompensasi sebesar Rp 200 ribu per Kepala Keluarga (KK).

“Rumornya, beberapa rumah yang paling dekat dengan lokasi pengeboran, yang mendapatkan kompensasi. Padahal radius rumah saya dekat dengan lokasi,” ujarnya.

Sebelumnya, kata dia, pernah pihak Lapindo dan perwakilan warga mengadakan pertemuan. Hasil pertemuan itu membahas soal pembangunan infastruktur di kawasan dekat lokasi dan tidak membicarakan dana kompensasi.

“Tapi akhirnya ada dana kompensasi dan hanya di kawasan yang dekat saja,” tutur sumber ini.

Ia mengaku trauma, mengingat jarak dengan pusat semburan lumpur sidoarjo  hanya berjarak sekitar 3 kilometer. “Trauma pasti ada, apalagi sekarang musimnya gempa,” pungkasnya.

Di lokasi sumur Tanggulangin 1 (TGA1) hingga berita ini ditulis, masih terdapat aktifitas dan penjagaan oleh tiga Satpam dan dua personel kepolisian. Namun, wartawan media ini tidak diperkenankan masuk lantaran tak mengantongi izin dari Lapindo Brantas.

Sekedar diketahui, pemerintah memperpanjang kontrak Lapindo Brantas Inc dalam operasi Wilayah Kerja (WK) mulai 23 April 2020 hingga 20 tahun mendatang.

Padahal proses ganti rugi terhadap korban semburan lumpur panas Lapindo di Sidoarjo, masih menyisakan persoalan.

Salah satu korban lumpur Lapindo, Joni mengaku, kecewa dengan adanya perpanjangan kontrak yang diberikan pemerintah kepada Lapindo Brantas Inc tersebut. “Masih banyak korban lumpur yang belum mendapat ganti rugi. Seharusnya di tunda dulu. Karena masih banyak yang belum mendapat ganti rugi. Pemerintah harusnya memperhatikan hal itu, ” tegas Joni, salah satu pengusaha terdampak.

Ia menyebut, sedikitnya terdapat 34 pengusaha yang pabriknya terkena luapan lumpur dan belum mendapat ganti rugi. “Seharusnya dikaji ulang. Karena masih ada 34 pengusaha yang belum mendapat ganti rugi dan nilainya sekitar Rp 880 miliar,” kata Joni.(Muji)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda