sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

Olah Raga

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

» » LPSK Serahkan Kompensasi Korban Terorisme


Jakarta, Larast Post - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyerahkan ganti rugi dari negara (kompensasi) sebesar Rp1,6 miIiar kepada korban tiga peristiwa terorisme.

Ketiga peristiwa tersebut adalah peristiwa bom Thamrin, bom Kampung Melayu, dan serangan teroris di Mapolda Sumut. Permohonan kompensasi korban tiga peristiwa tersebut dikabulkan oleh majelis hakim yang menyidangkan kasus-kasus tersebut. 

"Syukur Alhamdulilah upaya korban mendapatkan ganti rugi dikabulkan oleh hakim, dan kemudian kompensasi tersebut dibayarkan oleh negara melalui LPSK,” ujar Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai saat menyerahkan kompensasi tersebut kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (6/9/2018). 

Total korban yang menerima kompensasi adalah 17 orang korban terdiri dari 13 orang korban bom Thamrin, 3 orang korban bom Kampung Melayu, dan 1 orang korban serangan teroris di Mapolda Sumut. 

Sementara total nominal yang dibayarkan adalah sebesar Rp1,6 miliar, terdiri dari sebanyak Rp 814 juta untuk korban terorisme bom Thamrin, Rp202 juta untuk korban terorisme bom Kampung Melayu, dan Rp611 juta untuk korban serangan teroris di Mapolda Sumut. 

”Jumlah tersebut memang tidak bisa menyembuhkan luka fisik, trauma psikologis atau mengembalikan nyawa yang hilang, namun setidaknya bisa mengganti kerugian materi korban dan keluarganya,” jelas Semendawai. 

Kompensasi sendiri memiliki pesan bahwa negara hadir untuk para korban di mana ada ganti rugi. Secara materi atas derita korban. Dan kompensasi juga menunjukkan bahwa sistem peradilan pidana tidak hanya bertujuan menghukum pelaku, melainkan sebagai sarana bagi korban untuk mendapatkan haknya, termasuk kompensasi. 

"Kami harap dengan kehadiran negara dan adanya perhatian atas hak korban dari‘ sistem peradilan, maka akan memberikan semangat bagi para korban untuk melanjutkan kehidupannya,” harap Semendawai. 
(wan

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda