sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Miliki Ruang Udara Luas Indonesia Punya Sejumlah Peluang

Penyerahan Cenderamata
Jakarta, Larast Post – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna menilai, luasnya wilayah udara nasional yang dimiliki Indonesi, telah memberikan banyak peluang untuk kepentingan nasional.

Menurut Kasau, ruang udara yang luas, dapat memberikan  keuntungan,  terutama bidang penerbangan. Sayangnya, hukum yang ada  belum secara tegas menyatakan wilayah udara merupakan kekayaan alam yang dapat digunakan oleh bangsa Indonesia.

"Dengan pengelolaan ruang udara nasional yang baik, sejatinya bangsa ini dapat menjawab tuntutan akan kebutuhan perlindungan terhadap kepentingan nasionalnya" ujar Kasau saat membuka seminar nasional Pengelolaan Ruang Udara Nasional,  di Klub Eksekutif Persada Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Kasau menambahkan, sangsi bagi pelanggar wilayah kedaulatan nasional saat ini masih bersifat administratif berupa denda, dan bukan ancaman pidana.  Menurut Kasau hal ini menjadi celah dimanfaatkan oleh pihak lain, berupa pelanggaran penerbangan di wilayah hukum udara yuridiksi nasional.

"Kedaulatan negara di udara menjadi hal penting yang harus dikelola dengan baik bersama aspek-aspek kehidupan lainnya" tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Hukum Angkatan Udara (Kadiskumau) Marsma TNI Syahrudin Damanik, selaku penyelenggara mengatakan, seminar diharapkan dapat memberikan masukan dan wawasan bagi upaya-upaya penyusunan rancangan undang-undang pengelolaan ruang udara nasional dan pengaturan tentang pemidanaan terhadap pelanggaran yang terjadi di ruang udara nasional.

Seminar yang mengusung tema Pengelolaan Wilayah Udara Nasional dalam rangka mewujudkan Kedaulatan Wilayah Udara yang Complete and Exclusive, menghadirkan empat narasumber, masing-masing Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, Prof. Makarim Wibisono, M.A., Ph.D., Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LLM, Ph.D. dan Kaskohanudnas Marsma TNI Arif Mustofa.

Seminar diikuti 150 orang, terdiri dari perwira TNI, Polri, Kemenkopolhukam, Kemhan, Kemhub, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, BNPP, BAPPENAS, Airnav, Akademisi dan Mahasiswa. (sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda