sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

» » Presiden Buka Muktamar ke IX Hima Persis

Presiden Jokowi saat memberikan sambutaan pada pembukaan Muktamar ke IX Hima Persis.

Jakarta, Larast Post – Presiden Joko Widodo membuka Muktamar ke IX Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) di Pondok Pesantren Persis Utsman bin Affan, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (25/9/2018).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 1500 kader dan 300 kader delegasi peserta Muktamar dan' seluruh Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, dan Pimpinan Komisariat Hima Persis  se Indonesia mengambil tema ‘Sinergi Harmoni Islam dan Indonesia’.

Tema ini mempresentasikan cita dan harapan Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) sebagai otonom kemahasiswaan Persis bahwa di masa depan, Indonesia maju sebagai pusat peradaban Islam di dunia.

Presiden Jokowi mengakui dirinya sudah dua kali bertemu dengan keluarga Persis. Pertama di Bandung dan kedua di Jakarta Timur.

“Saat suatu malam di PP Persis ada diskusi. Dan pertanyaannya tajam-tajam dan saya jawab juga dengan tajam,” tandasnya seraya berkelakar.

Kepala Negara menuturkan, dalam kesempatan tersebut Persis mengajukan tiga usul. “Dan saya sudah konfirmasi dengan Seskab, dan usul itu disetujui,” terangnya.

“In Shaa Allah (Universitas Persis) akan dibangun,” ujarnya seraya memerintahkan Menristekdikti untuk mengurus proses perizinan pembangunan universitas tersebut.

Presiden Jokwi ikut main angklung.


Presiden Jokowi  mengungkapkan bahwa pendidikan sangat penting agar bisa berkompetisi dengan negara lain, 

Ketua Pelaksana Muktamar Ceceng Khalilullah mengemukakan, Muktamar Hima Persis harus menjadi momentum konsolidasi kader sekaligus musyawarah besar merumuskan grand isue Hima Persis dua tahun ke depan. 

Dia kemudian menjelaskan pertimbangan digelarnya muktamar yang digelar selama tiga hari di pondok pesantren. Dia beralasan Persis memiliki basis kepesantrenan. 

'"Sebagaimana kita tahu bahwa pesantren menjadi nilai dan identitas khas pendidikan Indonesia,” papar Ceceng. 

Tampak hadir dalam kegiatan itu, Ketua Umum KH.Aceng Zakariya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir.  (her/sg/wan/egi/yan

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda