sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

Olah Raga

LARAS JABAR

Bisnis

Pernak Pernik

» » Presiden: Pembangunan Infrastruktur Guna Hadapi Persaingan Global

Jokowi Hadiri Ulang Tahun Emas Kadin
Presiden Joko Widodo

Jakarta, Larast Post - Mengelola negara sebesar Indonesia bukanlah perkara gampang. Keragaman yang dimilikinya membuat setiap daerah juga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

Hal itu dikatakan Presiden Joko Widodo dalam paparannya saat menghadiri acara peringatan hari ulang tahun ke-50 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang dihelat di Grand Ballroom, Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Senin (24/9) malam.

Presiden juga menjelaskan alasannya membangun infrastruktur di luar Jawa. "Kenapa kita harus bangun di Papua, di Maluku Utara, di NTT, kenapa kita harus bangun di Indonesia bagian Timur? Ya kita ini bernegara, bukan berbisnis, bukan berekonomi saja," tegas Jokowi.

Meskipun jika dilihat dari hitung-hitungan ekonomi dan politik lebih menguntungkan jika membangun di Jawa, Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia bukan Jawa saja.

"Indonesia memiliki 17 ribu pulau. Saya lihat ketimpangan infrastruktur barat, tengah, timur, betul-betul sangat mencolok dan jurangnya sangat lebar sekali," jelasnya lagi.

Presiden menuturkan, tanpa infrastruktur yang baik maka Indonesia akan kesulitan untuk bisa bersaing dengan negara lain. Dalam paparannya, Presiden menunjukkan infrastruktur jalan di Papua sebagai contoh.

"Bagaimana negara ini bisa bersaing, mempunyai _competitiveness index_ yang baik, mempunyai daya saing yang baik kalau infrastruktur jalan seperti itu? Enggak akan mungkin," ucapnya.

Dalam situasi ekonomi global yang tidak menentu akibat perang dagang, serta krisis di Argentina dan Turki, Presiden mengatakan bahwa hal yang harus dilakukan adalah konsolidasi dan koordinasi yang kuat antara moneter, fiskal, dan dunia usaha. Menurutnya, jika ketiga sektor tersebut sudah solid maka akan mudah membangun kepercayaan publik, pasar, hingga kepercayaan dunia internasional.

"Negara ini sekarang memerlukan itu. Kalau membangun _trust_ dan _market confidence_ agar dunia internasional juga pasar dalam negeri percaya bahwa kita memiliki sebuah keseriusan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di negara ini," tuturnya.

Pembangunan dengan Etos Kerja Tinggi

Dalam kesempatan ini, Presiden Joko Widodo juga mengatakan bahwa arah dan tujuan pembangunan Indonesia yang sudah tampak jelas harus disikapi dengan sebuah elan, daya juang, dan etos kerja yang tinggi. Bahkan, menurutnya kita perlu mengubah total mentalitas bangsa.

"Mentalitas yang berani berkompetisi, mentalitas yang berani bersaing, jangan senang diproteksi, jangan senang dilindungi," kata Presiden.

Oleh sebab itu, Presiden menuturkan, nilai-nilai baru harus dimunculkan. Nilai-nilai baru ini tidak hanya dalam pikiran, tidak hanya dalam rencana, tidak hanya dalam bentuk teks, tetapi betul-betul nilai-nilai yang bisa dioperasionalkan di lapangan. 

"Ini yang kita kurang. Ini yang harus kita perbaiki dan benahi. Ya memang kadang-kadang kita harus sakit dulu, pahit dulu. Jangan suka yang instan, jangan suka yang cepat-cepat, karena enggak ada sekarang yang instan itu. Apalagi negara sebesar ini, semua pasti ada prosesnya," tuturnya.

Sebagai sebuah negara besar yang sangat beragam, menurut Presiden, aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. Ia pun mengajak semua pihak untuk terus menjaga hal tersebut karena hanya dengan bersatu, bangsa Indonesia bisa melompat.

"Bukan kita ini hal yang kecil-kecil _diributin, diramein,_ sehingga strategi besar negara ini kita lupakan, strategi besar ekonomi negara ini kita lalaikan, strategi besar bisnis negara ini kita lupakan," ujarnya.

Ketua Kadin saat menyerahkan penghargaan kepada Presiden ion


Jokowi Terima Penghargaan Kadin

Dalam acara bertema "Malam Perjalanan Emas Kadin Indonesia" ini, Kadin Indonesia memberikan penghargaan kepada Presiden Jokowi sebagai "Tokoh Pemerataan Pembangunan Indonesia".

Kadin menilai Presiden Jokowi memberikan kontribusi besar dalam mendorong pemerataan pembangunan terutama di wilayah Indonesia Timur. Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani secara langsung menyerahkan penghargaan berupa medali itu.

"Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Perlu saya sampaikan bahwa yang diberikan kepada saya ini betul-betul sebuah sesuatu yang sangat berat sekali buat saya, sangat berat. Jangan menganggap ini hal yang enteng," ucap Presiden.

Tak lupa, Kepala Negara memberikan ucapan selamat ulang tahun ke-50 kepada Kadin Indonesia. Ia berharap Kadin bisa terus maju dan terus tumbuh dengan lebih baik.

"Semoga Kadin terus maju dengan gemilang, dan sangat luar biasa perjalanan yang telah dilalui Kadin selama ini, jejak langkahnya sangat jelas, turut membentuk ekonomi Indonesia sampai saat ini," tandasnya.

Pada acara itutampak hadir mendampingi Presiden, antara lain Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir. Selain itu tampak hadir juga pengusaha Sandiaga Uno dan Surya Paloh.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda