sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Warkop Indonesia – Belanda, Warung Koffie Batavia

Nasi Uduk ala cafe Warung Koffie Batavia
Jakarta, Larast Post - Warung Koffie Batavia, sebuah tempat makan, tempat minum kopi, dan tempat nongkrong yang cocok untuk seluruh kalangan usia baik anak muda maupun tua. 

Warung Koffie Batavia yang telah berdiri sejak 2013 saat ini memiliki 11 outlet yang tidak hanya tersebar di Jakarta saja. Ada di Balikpapan, Surabaya, Bali, Makassar, Pekanbaru, dan Medan. 

Penasaran, wartawan Larast POst pun singgah di Warung Koffie yang baru saja dibuka di Mal Kelapa Gading 2 untuk menikmati kopi disajikan.

Warung Koffie Batavia yang didekorasi unsur zaman dulu itu dengan ornamen serba biru putih, mulai dari sofa, hiasan keramik, dan lainnya. 

Shara Moza selaku Brand Marketing mengakui ornamen biru putih sengaja ditampilkan agar mengedepankan karateristik Belanda - Indonesia. "Sentuhan nuansa biru putih ini memang kita  tampilkan dalam ornamen-ornamen di warung kami, dan karena memang kami juga mengedepankan karakteristik Belanda-Indonesia," ungkapnya.

Tak hanya sentuhan di ornamen interiornya saja, bahkan menu yang mereka sajikan juga mengangkat varian Belanda-Indonesia. 

Meskipun sajian utama cafe itu adalah kopi, Warung Koffie Batavia juga menghadirkan makanan berat dalam menu yang disajikan. Ada Nasi Uduk Batavia, Special Tongseng Batavia, Martabak Telor, dan Nasi Goreng. Dan untuk sajian ala Belanda sendiri ada spesial WKB Rijsttafel, Kibbeling, Stamppot, dan masih ada yang lainnya.

Kue ala Belanda
Shara menjelaskan, adapun brand Warung Koffie Batavia yang digunakan, dimana warung identik dengan sebutan tempat makan dan minum tradisional Indonesia. "Jadi kami memang sengaja menghadirkan tidak hanya kopi tapi lengkap dengan menu untuk menemani saat minum kopi, dan juga mempunyai pilihan makanan beratnya," terang Shara.

Pada cafe ini nasi uduk yang disajikan pun seperti nasi uduk khas jakarta pada umumnya. Ada tahu tempe, lalu sambal dan sambal ati ampela, ayam goreng serundeng, beserta potongan tomat dan timun. 

Tak hnay itu, nasi uduk yang disajikan pun menggunakan daun pisang yang mengingatkan saya akan zaman dahulu yang memang saat ini sudah jarang nasi uduk yang menggunakan daun pisang untuk pembungkusnya. Saat memakan nasi uduk ini, kesan pertama yang terasa adalah nasi uduk yang pulen, kemudian ayam goreng yang memiliki kematangan pas, dan sambalnya pun sangat menggugah selera. Cocok sekali jika dipadukan dengan ayam dan nasinya.

Kopi yang menjadi hidangan utama di warung koffie antara lain, Koffie Peranakan, yang mana sajian kopi ini diseduh secara manual tanpa menggunakan mesin espresso. 

Hal itulah yang menjadikan Warung Koffie ini berbeda dengan tempat yang lainnya yaitu mengangkat cara tradisional Indonesia dalam menikmati kopi. Walaupun mereka juga ada sajian kopi dengan menggunakan mesin.

Koffie Peranakan ini adalah perpaduan dari biji kopi arabika dan robusta (House Blend), uniknya kopi yang disajikan masih menghadirkan ampas kopi pada bagian bawahnya.

"Kopi yang kita hadirkan ini semua asli dari produk lokal Indonesia, dan cocok untuk pecinta kopi. Untuk Koffie Peranakan sendiri, kita menggunakan kental manis untuk menambahkan rasa dalam kopinya. Kental Manisnya bisa minta dipisah agar customer dapat meracik tingkat manisnya sendiri," lanjut shara.

Koffie Peranakan dapat dinikmati dengan beberapa pilihan sajian yaitu bisa panas, dingin atau dalam bentuk presentasi yang lebih praktis yaitu Koffie Peranakan yang sudah di packaging dalam botol yaitu Coldbrew. 

Untuk coldbrew sendiri disajikan dalam botol kaca yang sudah diolah selama 12 jam dan didinginkan. Akan lebih baik jika memesan es batu juga jika ingin menikmati sajian kopi peranakan coldbrew ini. 

Koffie Peranakan ini memang terasa sangat kuat, meskipun sudah ditambahkan kental manis, rasa pekat kopi masih bisa anda rasakan. Untuk menemani kopi ini, saya lalu memesan Poffertjes makanan manis khas belanda.

Poffertjes merupakan snack ala Belanda yang disajikan dengan bubuk gula halus di atasnya yang membuat penampilan dari makanan manis ini menggugah selera. Saat mencobanya, makanan ini sangat pas. Rasa manis tidak terlalu dominan dan tekstur lembutnya sangat enak. 

Memang sangat baik dipadukan dengan Koffie Peranakan yang saya pesan. Jika anda mencari tempat kopi yang enak, dan nyaman untuk berkumpul bersama teman, keluarga atau pun rekan kerja, Warung Koffie Batavia merupakan tempat yang paling pas untuk anda. 

Selain menyajikan kopi, pengunjung akan disuguhkan beragam makanan menggugah selera beserta makanan manis yang juga tak kalah kelezatannya.(maslim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda