sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Diskusi Golden Circle Club, Dampak Pilpres 2019 Terhadap Perekonomian

Diskusi Golden Circle Club Meeting bahas penyelenggaraan Pilpres 2019 berpotensi pengaruhi perekonomian.

Jakarta, Larast Post - PT Computrade Technology International (CTI Group), penyedia solusi infrastruktur teknologi informasi (TI), menggelar diskusi Golden Circle Club Meeting membahas bagaimana penyelenggaraan Pilpres 2019 berpotensi mempengaruhi perekonomian nasional dan bisnis, di Motion Blue Fairmont Hotel, Jakarta, Kamis (18/10).

Acara yang dihadiri puluhan eksekutif bidang TI itu merupakan forum diskusi tahunan yang diselenggarakan CTI Group bagi para mitra bisnisnya, yaitu System Integrator dan Independent Software Vendor untuk berbagi pengetahuan dan membahas topik dan tren terkini di bidang ekonomi dan bisnis. 

Mengangkat tema “Presidential Election 2019: Politics vs Economy”, acara ini juga menandai 14 tahun berdirinya komunitas Golden Circle Club.  

Golden Circle Club Meeting ke-14 ini menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, di antaranya  Firmanzah, Rektor Universitas Paramadina, yang memaparkan mengenai situasi perekonomian Indonesia terkini beserta tantangan dan peluang bagi bisnis, juga seberapa besar gejolak politik yang akan terjadi pada tahun politik mampu mempengaruhi stabilitas perekonomoian nasional. Firmanzah bersama dengan Denny Siregar, penulis dan pegiat media sosial, dan Muhammad Kamil Yunus, Associate Consultant of IDC Indonesia mengupas topik ini lebih dalam di sesi panel diskusi yang dimoderatori oleh Tiffany Raytama, News Anchor CNN Indonesia.

Pada kesempatan itu, Presiden Direktur CTI Group Harry Surjanto mengatakan, perhelatan pemilu 2019 sedikit banyak menimbulkan kekhawatiran di kalangan bisnis karena kegaduhan politik yang mungkin terjadi. Juga potensi perubahan kebijakan oleh calon pemimpin baru dapat mempengaruhi iklim bisnis dan potensi investasi yang akan masuk ke Indonesia. 

Jelang pilpres yang masih kurang dari setahun, nilai tukar rupiah terus melemah, dan kondisinya bisa jadi memburuk karena pilpres cenderung berdampak pada volatilitas nilai tukar rupiah dan IHSG. 

"Untuk itu kami mengumpulkan para pelaku bisnis TI di sini dalam acara Golden Circle Club Meeting untuk saling berbagi insight dan pengetahuan seberapa besar pengaruh tahun politik 2019 terhadap perekonomian dan bisnis TI. Kami berharap dengan adanya sharing ini, pebisnis dapat melakukan upaya preventif apabila diperlukan supaya terhindar dari dampak negatif yang mungkin saja terjadi,” ujar Harry Surjanto.

Dikatakannya, ekonomi Indonesia masih menunjukkan daya tahan (resiliency) terhadap gejolak eksternal. Hal ini terlihat dari penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, terjaganya pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%, inflasi di bawah 3,8% dan tetap tumbuhnya realisasi investasi baik PMA maupun PMDN.
Namun begitu, tekanan yang bersumber dari eksternal perlu diwaspadai baik yang berasal dari kenaikan suku bunga The Fed, resiko capital outlow keluar dari emerging market termasuk Indonesia, perang dagang, dan sebagainya. 

"Di tengah tahun politik, stabilitas politik harus tetap dijaga sebagai prasyarat berjalan. Masing-masing pihak perlu mengedepankan keutuhan dan kesatuan bangsa dan negara selama berkontestasi politik. Hanya melalui ini maka ease of doing business di Indonesia akan tetap terjaga dan pencapaian target-target pembangunan ekonomi dapat terus dilakukan di saat Indonesia memasuki tahun politik,” ujar Firmanzah.

CTI Group terus menjaga komitmennya untuk tumbuh bersama mitra bisnisnya, melalui penyediaan dukungan lengkap mulai dengan fasilitas CTI Technology Center, tenaga ahli (engineer), layanan Customer Response Center 24/7 hingga rangkaian portfolio teknologi terkini yang didistribusikan oleh anak perusahaan CTI Group, yakni Blue Power Technology, Central Data Technology, Helios Informatika Nusantara, Virtus Technology Indonesia, dan XDC Indonesia. CTI Group menyempurnakan layanannya melalui anak perusahaan Defenxor selaku managed security service provider (MSSP), dan Inovasi Informatika Nusantara (i-3) yang menyajikan layanan edukasi dan training kepada profesional TI. (sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda