sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Gencar Kampanye Cinta Produk Indonesia di Arab Saudi

Kampanyekan produk Indonesia di Arab Saudi. (foto: ist)
Jeddah, Larast Post - Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menggencarkan Kampanye Cinta Produk Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 September 2018 di Balai Nusantara KJRI Jeddah, Arab Saudi.

"Kampanye Cinta Produk Indonesia dilakukan untuk mengajak masyarakat Indonesia yang tinggal di Arab Saudi agar tetap menggunakan produk Indonesia," ujar Konsul Jenderal RI M. Hery Saripudin.

Kampanye  dihadiri  lebih  dari  400  warga  negara  Indonesia  (WNI)  yang  terdiri  atas  tokoh masyarakat; dosen; mahasiswa; pegawai bank; organisasi masyarakat; asisten rumah tangga; importir produk Indonesia; serta para pekerja di Organization Islamic Cooperation, Islamic Development Bank, Perusahaan Abdul Latif Jamil Toyota, pabrik Indomie Pinehill, dan rumah sakit di wilayah Jeddah, Makkah, dan Madinah.

ITPC dan KJRI Jeddah, lanjut Hery, berkoordinasi dengan PF-Pensosbud melakukan pendekatan kepada pengusaha Arab Saudi yang akan melakukan misi pembelian ke Indonesia. Pendekatan dilakukan dengan memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia melalui program khusus yang menargetkan bahasa Indonesia menjadi bahasa yang dipakai saat berbisnis di Arab Saudi.

Hadir sebagai narasumber, Kepala ITPC Jeddah Gunawan menyampaikan bahwa saat ini Indonesia banyak  mengimpor  produk  minyak  dan  gas  bumi  (migas)  dari  Arab  Saudi.  Sedangkan  yang diekspor antara lain produk-produk mobil Toyota, ban, kertas, pakaian, obat-obatan, makanan dan minuman (mamin), serta perikanan.

"Ekspor produk Indonesia harus terus dipromosikan. Untuk itu, sudah menjadi tugas seluruh masyarakat  Indonesia yang ada di Arab Saudi  agar menjadi Duta Promosi Indonesia," imbuh Gunawan.

Duta  Promosi  Indonesia,  lanjut  Gunawan,  bertugas  melakukan  edukasi  kepada  diri  sendiri, keluarga, sahabat, kolega, atasan, dan hubungan dengan masyarakat Arab Saudi, serta untuk terus mempromosikan produk Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sebagai contoh, pelajar dan mahasiswa dapat mempromosikan produk Indonesia melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Hal ini tepat dilakukan oleh kaum milenial karena pada tahun 2018 diperkirakan jumlah pengguna internet di Arab Saudi melebihi 57 persen.

Sedangkan bagi asisten rumah tangga, keahliannya dalam memasak dan menyajikan makanan dapat membuat masyarakat Arab Saudi menyukai masakan Indonesia. "Asisten rumah tangga merupakan  ujung  tombak  dalam  promosi  produk  Indonesia  di  Arab  Saudi.  Terbukti  dengan semakin banyaknya masyarakat Arab Saudi yang mengonsumsi produk mi instan dan berinvestasi untuk membangun pabrik di sini," tambah Gunawan.

Aplikasi KJRI Integrated Online Services (KIOS)

Di samping itu, ITPC dan KJRI Jeddah juga telah mengembangkan KIOS yaitu sebuah aplikasi di telepon genggam yang berperan sebagai niaga elektronik (e-commerce). Aplikasi ini berguna untuk mempercepat komunikasi antara ekportir dan importir yang belum terjangkau oleh perwakilan Indonesia di Jeddah.

Melalui sistem komunikasi baru ini, ITPC dan KJRI Jeddah berperan sebagai verifikator dokumen perusahaan importir untuk melakukan pengecekan dokumen di Chamber of Commerce and Industry (KADIN) Arab Saudi, Ministry of Trade and Investment Arab Saudi, Saudi Arabian General Investment Agency (SAGIA), dan badan zakat di Arab Saudi. Tujuannya, untuk memastikan bahwa perusahaan importir merupakan perusahaan yang kredibel.

"Importir juga dapat meminta kepada kami untuk memverifikasi dokumen importir berupa SIUP, TDP, dan dokumen lainnya di Kemendag, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, atau dinas lainnya yang membidangi urusan perdagangan," tutur Gunawan.

Kampanye Konsumen Cerdas

ITPC dan KJRI Jeddah juga melakukan kampanye menjadi konsumen cerdas. Para WNI diimbau untuk dapat menjadi konsumen cerdas dengan mengenali ketentuan produk-produk Indonesia. Misalnya, mengetahui bahwa setiap produk harus memiliki ketentuan seperti label bertuliskan produk Indonesia, nomor registerasi Badan POM Indonesia, logo MUI dan nomor REG LPPOM MUI, serta logo SNI.

"Sedangkan untuk menjamin keamanan produk mamin dan obat-obatan Arab Saudi, masyarakat Indonesia juga  perlu mengetahui bahwa produk tersebut harus terdaftar di Saudi Food and Drug Authority dan mengenal logo Saudi Accreditation and Standardization Organization (SASO) yang tertera di kemasan produk," pungkas Gunawan.(wan, sg/hms)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda