sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Kisah Dua Bersaudara Petinggi Lippo yang Terjerat Kasus


Billy Sindoro dan Eddy Sindoro (Foto ist)

Jakarta, Larast Post – Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga melakukan penyuapan terkait mega proyek Meikarta. 

Kasus Meikarta itu juga yang menyeret Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin menjadi tersangka. 

Usut punya usut, ternyata, kasus hukum juga tengah melanda saudara kandung Billy yaitu Eddy Sindoro. Kakak kandung Billy ternyata sudah dua tahun jadi buron KPK. Dan pada Jumat (2/10/2018), Eddy Sindoro menyerahkan diri ke KPK, 

KPK menetapkan Eddy sebagai tersangka sejak 21 November 2016 dengan dugaan suap atas pengurusan sejumlah perkara beberapa perusahaan di bawah Grup Lippo di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Ditetapkannya Eddy sebagai tersangka berdasarkan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 20 April 2016. 

Saat itu, KPK menangkap tangan panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution dan pemberi suap Dodi Ariyanto Sumpeno di Hotel Acacia, Jakarta. Dari keduanya, penyidik menyita uang sebesar Rp50 juta.

Di masa pelariannya sejak akhir 2016 hingga 2018, Eddy diduga berpindah-pindah ke sejumlah negara, yakni Bangkok, Malaysia, Singapura, dan Myanmar. Eddy sempat ditangkap otoritas Malaysia dan dideportasi, namun lolos berkat bantuan pengacaranya Lucas. Pada awal Oktober lalu, Lucas ditetapkan sebagai tersangka karena merintangi proses hukum di KPK.

Dilansir dari berbagai sumber, Eddy dan Billy Sindoro merupakan kakak beradik dari lima bersaudara asal Semarang. 

Eddy Sindoro memulai karier terlebih dahulu di Grup Lippo dan mendapatkan kepercayaan mengisi beberapa posisi penting. Eddy pernah menjabat sebagai CEO Lippo Cikarang Tbk (1992-1997),  dan Presiden Komisaris PT Lippo Cikarang Tbk (2000-2009).

Dia juga pernah memimpin di Grup Lippo lainnya seperti di PT Lippo Karawaci Tbk, PT Bank Lippo Tbk, PT Siloam Healthcare Tbk, PT Lippo Land Development Tbk, PT Matahari Department Store Tbk, hingga PT Multipolar Tbk.

Eddy juga memiliki posisi strategis di Grup Lippo. Eddy sebagai petinggi Paramount Enterprise International yang berkantor pusat di Gading Serpong, Tangerang Selatan. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Paramount Land. Kasus suap yang menyeret Eddy saat dia menjabat di Paramount. 

Sementara, Billy mengikuti jejak karir kakaknya dengan memulai bekerja di PT Bank Lippo Tbk pada 1986. Setelah beberapa tahun bekerja di Grup Lippo, karir Billy menanjak dan dipercaya pemilik Grup Lippo Mochtar Ryadi memimpin beberapa perusahaannya.

Billy sempat menjabat Direktur Pengelola PT AIG LippoLife, CEO Lippo Insurance, hingga Presiden Direktur PT Natrindo Telepon Seluler. Namun, karir Billy tersandung saat memimpin PT First Media Tbk. (her

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda