sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » NCW Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Suap Meikarta

Ketua Umum NCW, C Herry SL
Jakarta, Larast Post – Network for Corruption Watch (NCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan perkara suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Ketua Umum NCW C Herry SL mengatakan, pihaknya meminta KPK untuk membongkat dugaan perkara suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta, sehingga semua pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

“Saya kira KPK dapat mengembangkan perkara ini, sehingga kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah,” ungkapnya kepada Larast Post, pada Rabu (17/10/2018) di Jakarta.

C Herry SL menegaskan, pengembangan harus dilakukan untuk membuka peluang menjerat koorporasi yang diduga terlibat dalam dugaan perkara ini.

Selain itu, lanjut C Herry SL, KPK juga perlu menelusuri dugaan keterlibatan pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi dan legislatif setempat. “Adakah keterlibatan pejabat Kantor pertanahan dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi dalam perkara ini,” tegasnya.

9 Tersangka

Sebelumnya, KPK sudah menetapkan sembilan tersangka kasus dugaan suap pengurusan perizinan pembangunan proyek Meikarta. Kesembilan tersangka itu, Bupati Bekasi periode 2017-2022, Neneng Hasanah Yasin (NHY); Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J); Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT); serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

Dari pihak swasta, Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group, Billy Sindoro (BS), konsultan, yaitu Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP); serta pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, KPK berkomitmen untuk menetapkan korporasi sebagai tersangka bila terlibat kasus korupsi.

Ia menegaskan, akan mempelajari lebih lanjut bukti-bukti lain yang nanti didapat saat proses penyidikan. "Sabar dulu dipelajari pelan-pelan, tidak akan lari gunung dikejar,” ungkapnya kepada wartawan  Selasa (16/10/2018), di Jakarta. (her, ram)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda