sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Presiden: Tingkatkan Terus Neraca Perdagangan

Presiden Jokowi didampingi Menko Ekonomi Darmin Nasution, Mendag Enggatiasto Lukita dan Gubernur Banten Wahidin Halim saat menabuh gendang tanda pembukaan Trade Expo Indonesia di Ice BSD, Tangerang Selatan (24/10).

Tangerang, Larast Post - Setelah sebelumnya mengalami defisit, neraca perdagangan pada bulan September 2018 mengalami surplus sebesar USD227 juta. 

Hal itu dikatakan Presiden Joko Widodo, saat membuka pameran dagang bertaraf internasional, Trade Expo Indonesia (TEI) 2018, di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten, Rabu (24/10).

Presiden juga mengatakan, sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah, salah satunya meningkatkan ekspor ke negara negara sahabat. Serta promosi lewat pameran pameran, salah satunya dengan digelarnya Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 itu.

"Alhamdulillah, di bulan September kemarin ada titik terang. Neraca perdagangan kita mulai surplus USD227 juta. Masih kecil, tapi sudah surplus. Kita harapkan nanti di Oktober dan November juga, (sehingga) menjadi tradisi setiap bulan itu surplus sehingga tahunannya surplus," ucap Presiden 

Presiden Jokowi menyebutkan, agar neraca perdagangan harus terus diperbaiki. "Dengan cara apa? Ekspor harus lebih besar dari impor. Sekarang ini impor masih lebih besar daripada ekspor. Oleh sebab itu ya defisit terus," tegasnya.

Untuk itu, Presiden mendorong para pelaku usaha Tanah Air untuk masuk ke dalam pasar ekspor. Tak hanya itu, dirinya juga berharap agar pemerintah dan para pelaku usaha juga memperluas pasar ekspor nasional dengan memasuki tujuan-tujuan ekspor yang sebelumnya belum terjamah.

"Terus perlebar dan penetrasi untuk pasar-pasar nontradisional. Saya ingin duta besar, ITPC (Indonesian Trade Promotion Center), dan Konjen (Konsulat Jenderal) semua bekerja keras untuk pasar-pasar nontradisional kita. Asia Selatan, Rusia, Timur Tengah, Afrika, Turki, Pakistan, dan pasar ASEAN sendiri. Ini peluang besar yang tidak pernah kita urus bertahun-tahun," imbuhnya.

Pada kesempatan itu juga, Presiden membicarakan soal kondisi perdagangan global yang kini menghadapi perang dagang negara adidaya. Meski perlu antisipasi untuk menghadapi hal itu, dirinya menekankan bahwa sesungguhnya di balik perang dagang tersebut peluang yang dapat dimanfaatkan.

"Ada kesulitan, tetapi biasanya di dalam kesulitan itu ada peluang. Gunakan peluang-peluang ini untuk masuk ke pasar-pasar yang ditinggalkan oleh yang baru berperang. Ini kesempatan, ini adalah peluang, yang bisa dan harus bisa kita pergunakan sebaik mungkin," kata Kepala Negara.

Apalagi tren ekspor Indonesia (nonmigas) dalam kurun waktu Januari hingga September 2018 mengalami kenaikan. Yakni mencapai USD122,31 miliar atau meningkat sebesar 9,29 persen. Momentum seperti ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

"Ekspor Januari sampai September 2018 berada pada posisi USD122 miliar, tumbuh 9,2 persen. Ini bagus sekali dibandingkan tahun 2017 yang lalu. Angka-angka seperti ini kita harus tahu. Tumbuh 9,2 persen artinya semakin tahun ekspor kita semakin baik," ujar Presiden.

Apabila sejumlah peluang ekspor tersebut dapat diurus dengan baik dan terus mengalami kenaikan, bukan tidak mungkin persoalan defisit neraca perdagangan dapat segera diatasi.

"Saya berharap ini mulai diperhatikan. Mulai kita urus dengan baik sehingga ekspor kita benar-benar naik dan terjadi yang namanya surplus neraca perdagangan," tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Gubernur Banten Wahidin Halim.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda