sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Agraria

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Sanggar Tari Bulungan Transmania Gelar Tarian Cerita Menakjingga

Seni tari cerita Menakjingga.
Jakarta, Larast Post - Sanggar tari jawa Bulungan Transmania bersama sanggar tari Soerya Soemirat solo, diiringi gamelan lengan Jawa, mengelat pagelaran sendratari Menak Djingga Mbalela di Pendopo Anjungan Jawa Tengah, TMII (Taman Mini Indonesia Indah),Minggu (22/10). 

Gelaran seni tari itu melibatkan siswa-siswi sebagai sarana generasi muda untuk mencintai dan Turut mempertahankan kebudayaan Indonesia melalui seni tari Jawa.

Acara itu menampilkan enam buah tarian pembuka yang terdiri dari, tari Dolanan, Cublak- cublak Suweng, tari Clunthang, tarian Kujilati, tari Retno Kusumo, (oleh sanggar Tari Soerya Soemirat) tari  Manggala Ratna, dan Tari Adiminanggar - kalesworo. Juga satu Sandratari berjudul Minyakjingga Mbalela.

Sandratari Menakjingga Mbalela menceritakan kedigdayaan seorang Menakjingga, seorang Adipati Blambangan, yang ingin mengancam kedamaian dan ketentraman kerajaan Majapahit.

Kemudian Menakjingga, memiliki keinginan untuk memperistri Ratu Kencanawungu. Namun, tak ada satupun Ksatria dari kerajaan Majapahit yang mampu menandingi, kekuatan Menakjigga. Hingga pada akhirnya hadir Darmawulan. 

Sehingga Patih logander memutuskan untuk mengangkat Darmawulan, menjadi Senopati perang.

Liku-liku perjalanan Darmawulan diwarnai dengan iri dan dengki,dari berbagai pihak yang tidak menyukainya, sebagai abdi yang baik. Darmawulan membuktikan  kemampuannya dengan menjadi seorang Kastria Tangguh,yang pantang menyerah  hingga menyelesaikan tugas dengan baik.pada akhirnya Menakjingga kalah karena keangkuhannya dengan cara yang tidak arif.

Pengurus Sanggar tari Bulungan Transmania, Ishadi SK mengatakan, bahwa sanggar itu  didirikan sejak Tahun 1971, oleh Affie berserta suaminya, Yudi. 

"Sanggar Tari Jawa Bulungan Transmania, telah aktif mengajarkan tari tarian Jawa kepada ratusan siswa, berpuluh acara telah diikutinya," ucap Ishadi.

Tak hanya itu Sanggar tari jawa Bulungan Transmania memberikan keelokan budaya dengan tarian Jawa kepada publik. 

Kesuksesan Sanggar Tari Jawa Bulungan Transmania tidak lepas dari tangan dingin para pengajar dan pengurus sanggar tersebut.

Dengan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Ibu Affie selama 47 tahun Sanggar ini berdiri telah menginspirasi banyak pihak.

"Namun, sejak 19 April 2018 Ibu Affie telah meninggalkan kenangan untuk selama lamanya dan mengisahkan duka yang mendalam  untuk siswa, guru pengurus, dan para penabuh gamelan di sanggar Tari Jawa Bulungan Transmania," ucapnya.

Untuk itu Sebagai Wujud cinta dan apresiasi disuguhkan Sandratari Minak jingga Mbalela kepada masyarakat.

"Semoga sanggar tari ini dapat mengembangkan kreatifitas bagi anak muda untuk tetap berkarya serta melestarikan seni dan budaya Indonesia," tandasnya. (egi)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda