sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Sebelum Kasus Meikarta, Eksekutif Lippo Group ini Pernah Terjerat Kasus Lain

Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro menjadi tahanan KPK. (Foto ist)

Jakarta, Larast Post – Usai diumumkan sebagai tersangka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Senin (15/10/2018) malam. 

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, penyidik KPK menangkap Billy di kediamannya. Tiba di Gedung KPK, Billy langsung menjalani pemeriksaan. 

Petinggi Lippo Group ini ternyata sebelumnya juga pernah berurusan dengan KPK. Saat itu, dia terjerat kasus penyuapan.  

Seperti dilansir dari harian Kompas, pada 16 September 2008, Billy dan Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Iqbal ditamankan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat. 

Billy diduga terlibat penyuapan dengan barang bukti pecahan uang Rp100.000 sebesar Rp500 juta yang disimpan di dalam tas hitam. Pemberian uang itu terkait perkara yang dilaporkan PT Indosat Mega Media, Indonesia Tele Media, dan MNC Sky Network kepada KPPU pada September 2007. 

Mereka melaporkan, televisi berbayar Astro TV dan PT Direct Vision melakukan monopoli siaran Liga Inggris. Billy kemudian dihukum penjara 3 tahun dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan oleh majelis hakim tindak pidana korupsi pada tahun 2009. 

Majelis hakim menilai Billy terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi berupa penyuapan kepada M. Iqbal, sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Ayat 1b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Namun, putusan majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum

Jaksa penuntut umum menghendaki Billy dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp250 juta. Lantas pertimbangan hakim, memberikan vonis itu lantaran Billy bersikap sopan di dalam persidangan, mempunyai anak dan istri, masih muda, dan dinilai masih dapat berubah. 

Hal yang memberatkan bagi Billy adalah karena ia tidak memberikan keterangan di dalam persidangan. 

Dan kali ini, Billy disangka menyuap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan sejumlah kepala dinas di Kabupaten Bekasi. 

Selain Billy, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka pemberi suap. Masing-masing, yaitu Taryudi dan Fitra Djaja Purnama yang merupakan konsultan Lippo Group. 

Sementara satu tersangka pemberi suap lainnya adalah Henry Jasmen yang merupakan pegawai Lippo Group. Billy dan tiga orang lainnya diduga memberi suap terkait proyek perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. 

Neneng selaku bupati dan para kepala dinas diduga dijanjikan uang Rp13 miliar oleh pengembang Lippo Group. Hingga saat ini, menurut KPK, baru terjadi penyerahan uang sebesar Rp7 miliar. (her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda