sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Dana Keluarahan Tak Kurangi Dana Desa

Menteri Desa PDTT Eko Sanjojo menjawab wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Penganggaran Dana Desa dan Dana Kelurahan,
Bogor, Larast Post – Pengalokasian Dana Kelurahan tak akan mengurangi alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 untuk Dana Desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Eko Sanjojo menjelaskan, dalam APBN 2019 anggaran Dana Desa mencapai Rp70 triliun atau naik Rp10 triliun dibanding tahun 2018. Sedangkan Dana Kelurahan yang mulai dibagikan tahun 2019 keseluruhannya mencapai Rp3 triliun, di luar Dana Desa Rp70 triliun.

“Jadi, Dana Desa tidak turun tetap naik,” kata Menteri Desa PDTT kepada wartawan usai Rapat Terbatas mengenai Penganggaran Dana Desa dan Dana Kelurahan, pada Jumat (2/11/2018) siang, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Eko menyebutkan, penyaluran Dana Kelurahan tidak dilakukan melalui Kementerian Desa PDTT tetapi melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Berdayakan Masyarakat

Lebih lanjut Eko mengungkapkan, pada tahun 2019 pemerintah akan mengarahkan penggunaan Dana Desa untuk pembangunan pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi.

Sementara pada tahun-tahun awal Dana Desa lebih banyak digunakan untuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur di tingkat pedesaan.

Ia mengungkapkan, pemeritah bersama World Bank melakukan pendampingan melalui program inovasi desa. “Masyarakat kita kumpulkan untuk supaya inovasinya keluar, bagaimana memanfaatkan Dana Desa untuk pemberdayaan masyarakat dan ekonomi,” jelasnya.

Menurut Menteri Desa PDTT, sejauh ini sudah ada 30.000 inovasi yang bisa dishare ke desa-desa lainnya. Prinsipnya desa punya kebebasan, pemerintah pusat hanya memberikan menunya saja.

Jadi, lanjut Menteri Desa PDTT, supaya tidak seperti tahun pertama menunya belum ada jadi Dana Desa dipakai untuk mengecat pagar, mengecat kantor. 

“Nah sekarang dengan adanya menunya kita tentukan mana yang boleh mana yang tidak boleh, dan mereka bebas untuk menentukan yang ada di dalam menu tersebut,” tegasnya. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda