sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » IKA UB Gelar Reuni Akbar di Jakarta


Jakarta, Larast Post - Ikatan 
Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) bekerja sama dengan UB menggelar reuni akbar di Jakarta pada 3-4 November 2018. 

Kegiatan dimulai dengan Rembuk Nasional, Malam Temu Kangen, dan Fun Walk yang diikuti oieh ribuan alumni UB dari berbagai fakultas. 

Rembuk Nasional yang mengusung tema 'Non Communicable Diseases (NCD)' atau Penyakit Tidak Menular diselenggarakan di hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Sabtu (3/11/2018) dihadiri Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof H. Mohamad Nasir, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS, 
perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Bappenas, dan beberapa pakar di bidang terkait.

Kemudian pada Sabtu (3/11/2018) malam digelar acara Temu Kangen Alumni di Jakarta Theater dengan menghadirkan musisi papan atas. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 1000 alumni UB dari berbagai fakultas. 

Dan pada Minggu (4/11/2018), kegiatan dilanjutkan dengan Fun Walk bersama bersama Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfll Hanani AR., MS. 

Solusi Menghadapi NCD

Menurut Ketua Panitia Reuni UB Misbah, dipilihnya tema seminar tentang pencegahan penyakit tidak menular, karena berdasarkan data, kematian terbesar masyarakat lndonesia disebabkan oleh NCD. 

Angka kematian penderita penyakit ini, dia menyambung ucapannya, meningkat drastis dari 58% di tahun 2010 menjadi 71% di 2014. 

"Melalui Rembuk Nasional diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan serta solusi terbaik dalam menghadapi ancaman NCD terutama bagi generasi emas Indonesia salah satunya melalui intervensi gaya hidup sehat sejak dini," ujarnya kepada wartawan di Jakarta. Sabtu (2/11/2018).

Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS,  menambahkan, kegiatan yang digelar bersifat akademik, sosial, pengabdian masyarakat,  serta hiburan. 

"Sebelum menggelar reuni akbar dan seminar di Jakarta, kita juga telah menggelar donor darah," tukasnya. 



Menurut rektor, tema yang diangkat dalam seminar cukup bagus. "Tema ini sangat bagus dalam rangka menyiapkan genarasi milenial, generasi emas tahun 2050.

Diakuinya, penyakit tidak menular, seperti jantung, diabetes, stroke, darah tinggi,  dan lain-lain, memang sangat mengkhawatirkan. 

"Oleh karena itu, dengan seminar tersebut,  kita berharap generasi milenial bisa terhindar dari penyakit tidak menular tersebut," terangnya seraya menuturkan bahwa seminar itu melibatkan banyak pihak, stake holder, akademisi, ahli gizi. 

Sementara, Direktur Hubungan Kelmbagaan BRI yang juga alumnus UB, Sis Apik Wijayanto, mengemukakan,  kegiatan yang digelar ini sangat bermanfaat. Menurutnya, alumni UB yang tersebar di instansi pemerintah, BUMN, dan lain-lain, sangat mendukung kegiatan ini. 

"Silatuhrami harus dijaga. Bagaimana pun juga alumni harus membawa nama baik almamater, bukan hanya di tingkat global, juga di tingkat internasional," urainya. (wan

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda