sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Menhub: Litbang Berperan Penting dalam Pengambilan Kebijakan di Kementerian atau Lembaga

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi .

Jakarta, Larast Post - Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan menggelar Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK).

Kegiatan yang di digelar Jakarta, Rabu (27/11/2018) bertujuan meningkatkan sinergitas antara Badan Litbang Perhubungan dengan Badan Litbang di Kementerian/Lembaga lain, serta BUMN, asosiasi maupun stakeholders sehingga dapat mendukung berbagai kegiatan prioritas Nasional yang terangkum dalam Nawacita,serta dapat menumbuhkan semangat berinovasi. 

Acara yang dibuka Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi itu menghadirkan sejumlah pembicara, seperti Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo dengan topik 'Reposisi Badan Litbang Perhubungan dalam Mendukung Pembangunan Sektor Transportasi', Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Ristekdikti Dr. Muhamad Dimyati, dengan topik 'Peran Riset dan Teknologi dalam Mendukung Pembangunan Sektor Transportasi', Kepala Bidang Standarisasi dan Kerja sama Pusjatan Kementerian PUPR, Prof Anwar Yamin dengan topik 'Strategi Penguatan Badan Litbang Kementerian PUPR dalam Mendukung Pembangunan Sektor Transportasi', dan Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM Drs. FX. Sutijastoto,MA, dengan topik 'Strategi Penguatan Badan Litbang Kementerian ESDM dalam Mendukung Pembangunan Sektor Transportasi'. 


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutannya mengemukakan bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta lembaga penelitian agar mampu merespon dinamika perkembangan dunia yang semakin cepat, mulai dari Megatren Dunia 2045, serta revolusi industri 4.0, di mana hal ini akan menjadi tren perubahan teknologi yang didominasi oleh teknologi informasi dan komunikasi, juga harus siap menghadapi tantangan. 

Dengan kata lain, sambungnya,  lembaga litbang tidak hanya berperan sebagai supporting bodies namun juga menjadi bagian dari proses bisnis pengambilan kebijakan di kementerian/ lembaga.

Menhub menambahkan,  Badan Litbang Perhubungan dituntut untuk menjadi think tank Kementerian Perhubungan. Ke depannya Badan Litbang Perhubungan diharapkan menjadi institusi yang memberikan rekomendasi rancangan kebijakan dan rekomendasi pemanfaatan hasil pengembangan teknologi di bidang transportasi, mengkoordinasi pelaksanaan pengkajian kebijakan di Kementerian. 

“Khusus di bidang transportasi, tantangan ke depan selain teknologi juga terkait dengan keselamatan, konektivitas, integrasi, kapasitas transportasi, Creative Financing dalam pembiayaan Infrastruktur, serta pengembangan transportasi yang berkelanjutan,” tandasnya. 

Menurut Budi Karya Sumadi, Badan Litbang Perhubungan telah memberikan kontribusi dalam pengambilan kebijakan di Kementerian Perhubungan, seperti Studi Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN), Pembentukan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), Perencanaan Tol Laut dan Optimalisasi Program Tol Laut, Study  Tatrawil dan Tatralok serta banyak penelitian yang telah dimanfaatkan oleh pemerintah daerah,dan diharapkan kontribusi yang lebih besar dari sebelumnya.

Sementara, Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo menyampaikan laporan FKK.  Menurutnya, kinerja Badan Litbang Kementerian Perhubungan belum optimal baik dari sisi kontribusinya terhadap kemajuan iptek di bidang transportasi maupun kontribusi terhadap pemenuhan realita kebutuhan atau penyediaan solusi bagi persoalan transportasi. 

Oleh karena itu, paparnya, optimasi peran Badan Litbang perlu dilakukan melalui sinergitas dengan semua pemangku kepentingan, termasuk industri, BUMN, dan akademisi.

"Badan Litbang Perhubungan menentukan fokus sasaran antara lain meningkatkan konektifitas transportasi, meningkatkan keselamatan transportasi, meningkatkan pelayanan transportasi, integrasi transportasi baik disimpul transportasi maupun integrasi wilayah, melakukan standarisasi terkait transportasi, membuat database transportasi, meningkatkan daya saing, pemanfaatan teknologi transportasi,” terang Sugihardjo. (wan

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda