sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Presiden Jokowi Ajak Santri Muda Bersikap Optimistis Menatap Masa Depan Bangsa

Presiden Joko Widodo ketika memberikan himbauan saat bersilaturahmi dengan alim ulama dan santri se-Provinsi Lampung, di Pondok Pesantren Salafiyah Darussalamah, Braja Dewa, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (23/11).  
Lampung, Laras Post - Sebagai sebuah bangsa besar, Indonesia memiliki berbagai tantangan. Namun demikian, tantangan-tantangan tersebut seyogyanya dihadapi dengan sikap optimistis oleh semua elemen bangsa, tak terkecuali para santri.

Saat bersilaturahmi dengan alim ulama dan santri se-Provinsi Lampung, Presiden Joko Widodo mengimbau agar para santri muda tidak pesimis dalam menatap masa depan Indonesia. Acara tersebut dihelat di Pondok Pesantren Salafiyah Darussalamah, Braja Dewa, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (23/11). 

"Jangan sampai pesimis, enggak boleh. Apalagi santri muda harus optimistis melihat Indonesia di tahun mendatang. Jangan sampai pesimis memandang negara ini. Tantangannya banyak, kompleks. (Negara) ini penduduknya 263 juta," ujar Presiden Jokowi.

Untuk itu, Kepala Negara mengajak semua pihak untuk bersama-sama bekerja keras dalam membangun negara Indonesia. Pembangunan yang selama ini dilakukan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan daya saing bangsa di dunia internasional.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo saat menghadiri acara silaturahmi dengan alim ulama dan santri se-Provinsi Lampung, 
Dikatakan Presiden Jokowi, "Di Lampung proses pengerjaan beberapa waduk, jalan tol, jalan di kabupaten (bertujuan) untuk bisa bersaing dengan negara lain. Antarnegara berkompetisi. Kita di ASEAN kalau ketemu presiden atau PM (perdana menteri) gandengan, batin saya pesaing ini pesaing," lanjutnya.

Presiden menuturkan, setelah membangun infrastruktur, mulai tahun depan pemerintah akan juga berkonsentrasi pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Secara lebih khusus, Presiden menyebutkan bahwa di pondok pesantren akan dibangun balai latihan keterampilan atau kerja untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para santri di berbagai bidang seperti komputer, garmen, desain, atau animasi. 

"Tahun depan bangun 1.000 (balai latihan kerja) dimulai Januari. Skill dibutuhkan dalam rangka persaingan dengan negara lain," katanya.

Pesan Agar Jaga Kerukunan

Tak hanya itu, pada kesempatan ini Presiden kembali menggaungkan pesan agar semua pihak merawat persatuan dan kerukunan bangsa. Terlebih mengingat Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 263 juta juga dianugerahi Allah dengan segala keragamannya, mulai dari suku, agama, adat istiadat, tradisi, hingga bahasa daerah.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo saat berfoto dengan para santri.
"Jangan sampai kita cerai berai, kita harus menjaga _ukhuwah islamiyah_ kita, kita harus menjaga _ukhuwah wathoniyah_ kita," ucapnya lagi menambahkan.

Presiden mengatakan gesekan biasanya terjadi ketika ada pemilihan bupati, walikota, gubernur, atau pemilihan presiden. Untuk itu, ia kembali mengingatkan kepada semua pihak agar tidak mengorbankan kerukunan bangsa hanya karena pesta demokrasi yang rutin terjadi setiap lima tahun itu.

"Jadi keliru besar kalau kita mengorbankan kerukunan kita gara-gara pesta demokrasi itu. Kalau ada pilbup (pemilihan bupati) lihat rekam jejaknya, prestasinya, gagasannya, ide-idenya, karakternya. Kalau kita tahu, suka marah-marah atau enggak, suka ngamuk-ngamuk atau nggak, dilihat itu, harus dilihat. Kalau sudah dilihat, silahkan dipilih," tuturnya.

Presiden Joko Widodo di sambut riuh oleh para santri.
Mengakhiri sambutannya, Presiden berbicara mengenai kebebasan berekspresi. Ia mempersilakan semua pihak untuk menyampaikan ekspresi atau pendapatnya dengan baik, sesuai tata krama dan sopan santun.

"Silakan berpendapat, demo juga boleh saja. Negara ini memiliki tata krama, etika, dan sopan santun. Mari kita jaga nilai itu, nilai agama, etika, tata krama kita jaga karena kita bangsa Indonesia yang terkenal akan sopan santun dan keramahtamahannya," ujarnya.

Pada kesempatan kali ini Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, dan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim. (her/sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda