sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Terima Gelar Adat Komering

Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan seusai menerima gelar adat tertinggi dari masyarakat Komering, Sumatra Selatan,  Minggu (25/11).
Palembang, Laras Post - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menerima gelar adat tertinggi dari masyarakat Komering, Sumatra Selatan,  Minggu (25/11). Penganugerahan gelar adat digelar di Griya Agung, Kota Palembang, sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih masyarakat Sumatra Selatan kepada Presiden.

Kepala Negara dalam kesempatan itu mendapat gelar kehormatan "Rajo Balaq Mangku Nagara" yang berarti raja besar pemangku negara. Sementara Ibu Iriana memperoleh gelar "Ratu Indoman" yang dapat dimaknai sebagai ratu yang mengayomi sekaligus tempat berkeluh kesah dan memberi perlindungan bagi keluarga.

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan ucapan terima kasih atas gelar yang telah diberikan kepada dirinya dan Ibu Iriana. Presiden memandang bahwa gelar yang diberikan ini merupakan suatu amanah bagi dirinya untuk memajukan adat dan kesejahteraan masyarakat di Sumatra Selatan.

Presiden Joko Widodo ketika menerima piagam kehormatan dari tetua adat.
"Saya dan Ibu Iriana memaknai semangat adok, semangat jajuluk, semangat gelar Rajo Balaq Mangku Negara dan Ratu Indoman yang dianugerahkan kepada kami berdua adalah sebagai pesan, harapan, dan tanggung jawab untuk selalu mengangkat derajat dan memajukan adat Komering serta untuk selalu memajukan kesejahteraan Sumatra Selatan," ujar Presiden Jokowi, saat berpakaian baju adat Komring.

Presiden juga meyakini bahwa adat, tradisi, dan kebudayaan bangsa adalah sumber energi besar bagi kemajuan Indonesia. Sebuah modal bagi kita untuk dapat memajukan bangsa.

"Kita memiliki 714 suku, dengan budaya masing-masing, dengan adat masing-masing, dengan tradisi, masing-masing, dengan energi masing-masing," kata Presiden Jokowi, menambahkan.

Kepala Negara mengatakan, Indonesia memang sudah digariskan untuk terlahir dengan perbedaan budaya, adat, dan bahasa yang beragam. Hal itu merupakan anugerah Allah yang harus kita syukuri dan harus kita jaga kesatuannya sebagai aset terbesar bangsa.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo foto bersama tetua adat.
"Jangan sampai Indonesia maju secara teknologi tapi mundur secara kebudayaan. Teknologi indonesia maju, tradisi, adat dan kebudayaan bangsa kita juga harus ikut maju," tuturnya.

Maka itu, Presiden Joko Widodo berpesan kepada masyarakat adat Komering di Sumatra Selatan untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Saya ingin mengajak masyarakat adat Komering untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan Indonesia, menjaga kerukunan negara kita Indonesia," tandas Presiden Jokowi.

Prosesi pemberian gelar tersebut atau yang di wilayah setempat biasa disebut dengan nabuh jajuluk diawali dimulai sekira pukul 09.00 WIB. Presiden Joko Widodo, didampingi oleh tetua adat, meniti "titian agung" yang berupa tiga lembar tikar yang dilapisi kain putih sepanjang empat meter untuk kemudian duduk bersama.

Selanjutnya, tetua adat mengumumkan kepada masyarakat yang hadir mengenai pemberian gelar adat masyarakat Komering kepada Presiden dan Ibu Iriana sekaligus meminta persetujuan dan pertimbangan dari masyarakat. Gong adat kemudian ditabuh sebagai tanda pemberian gelar.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam acara tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru. (her/sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda