sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Revolusi Industri Lahirkan Tantangan Baru

Presiden Jokowi didamping Seskab dan Menristekdikti menjawab wartawan usai membuka Pameran Indonesia Science Expo (ISE) Tahun 2018 
Tangerang, Larast Post – Revolusi Industri 4.0, khususnya perkembangan teknologi informasi melahirkan tantangan baru, yang tak dapat diatasi hanya dengan membuat regulasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Revolusi Industri 4.0 khususnya perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru dalam moralitas kemasyarakatan.

Seperti fenomena munculnya media tanpa redaksi, yang membuat setiap warga bisa menjadi wartawan. “Ada berita langsung dimunculkan, ada informasi langsung dimunculkan,” kata Presiden Jokowi saat membuka Pameran Indonesia Science Expo (ISE) Tahun 2018 di Hall 5 Indonesia Convention Center (ICE) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (1/11/2018).

Presiden menyebutkan, rapat redaksi yang dulu tertata rapi, sekarang digantikan oleh peran media sosial (medsos). “Jempol atau like menjadi pemimpin redaksi di media sosial sekarang ini. Semua bisa menginformasikan apapun,” ungkapnya.

Menurut Presiden menghadapi fenomena ini, regulasi pemerintah atau peraturan pemerintah tidak cukup menyelesaikan masalah, sebab tidak semuanya bisa dipagari oleh peraturan dan regulasi.

Untuk itulah, lanjut Presiden, yang dibutuhkan sekarang adalah standar moralitas yang semakin tinggi berbarengan dengan penggunaan teknologi.

Presiden Jokowi mengingatkan, perlu bersama-sama menyebarkan mengenai fungsi dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

“Jangan sampai justru karena adanya teknologi baru masuk, ada keterbukaan yang diperbolehkan tetapi karena moralitas kita yang tidak baik justru digunakan untuk ujaran kebencian, ujaran kedengkian, fitnah, hoax,” tutur Presiden

Kepala Negara menegaskan, oleh sebab itu harus ada standar moralitas yang lebih tinggi dari sebelum jaman keterbukaan ini ada. Jika dulu misalnya standarnya 6, sekarang standarnya harus 8. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda