sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Tingkatkan Neraca Perdagangan Melalui Kebijakan Ekspor Impor

Kemendag kuliah umum di Universitas Hasanuddin
Makassar, Larast Post - Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan Kasan menyampaikan, pemerintah terus berupaya meningkatkan neraca perdagangan Indonesia melalui kebijakan untuk mendorong ekspor, menjaga impor, dan melakukan kerja sama internasional dengan negara-negara lain.

Pernyataan ini disampaikan Kasan saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, hari ini, Selasa (27/11).

Kuliah umum mengusung tema "Kebijakan Perdagangan Internasional Indonesia Saat ini," yang dihadiri kurang lebih sebanyak 500 mahasiswa Universitas Hasanuddin dari berbagi fakultas. 
Hadir dalam Kuliah Umum yang merupakan rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin ke-70 itu, antara lain, Dekan Universitas Hasanuddin Abd. Rahman Kadir dan Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Anas Iswanto Anwar. 

"Ekspor dan impor, serta kerja sama perdagangan internasional merupakan faktor yang dapat mendorong neraca perdagangan Indonesia. Impor juga merupakan bagian dari perdagangan internasional yang tidak bisa dihindari. Namun, bagaimana agar kebijakan impor dapat dibuat dengan tepat sehingga tidak merugikan Indonesia," terang Kasan.

Selain itu, menurut Kasan, ekspor dan impor menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Suatu negara tidak hanya bisa melakukan ekspor saja tanpa impor. Impor bukan hal yang perlu dihindari karena impor sebenarnya juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, misalnya dengan mengimpor bahan baku untuk dapat dijadikan produk bernilai tambah," imbuh Kasan.

Sementara itu untuk mendorong ekspor, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan berupaya membuka akses pasar melalui kerja sama dan perjanjian perdagangan internasional seperti perjanjian perdagangan preferensial (PTA) dan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA). 

Melalui perjanjian bilateral, Indonesia berupaya membuka akses pasar dengan mendapatkan tarif bea masuk yang lebih rendah dibandingkan negara-negara lainnya. "Upaya yang dilakukan pemerintah ini diharapkan dapat diikuti oleh langkah para pengusaha untuk memaksimalkan manfaat yang didapat untuk meningkatkan ekspor," tandasnya.

Menurut Kasan, negosiasi bilateral berarti kedua negara saling memberikan dan saling mendapatkan yang diperlukan. "Negosiasi bukan membuka pasar Indonesia seluas-luasnya bagi produk impor. Namun, mendapatkan yang kita inginkan dengan menawarkan yang dibutuhkan negara lain," jelasnya.

Kasan juga menyampaikan, menjaga neraca perdagangan Indonesia merupakan salah satu dari tiga mandat yang diemban Kementerian Perdagangan dari Presiden RI Joko Widodo. Kedua mandat lainnya yaitu menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok serta revitalisasi pasar. (sg, wan)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda