sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Unjuk Rasa, Ratusan Siswa Ancam Mogok Belajar


Malang, Larast Post - Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Gondanglegi Kabupaten Malang, Rabu (21/11/2018) pagi, menggelar aksi unjuk rasa di halaman Sekolah. 

Mereka mengancam akan melakukan aksi mogok belajar selama 1 minggu ke depan, jika tuntutan mereka tidak diakomodasi.
       
Dalam aksinya, para siswa meneriakkan kekecewaannya terhadap sikap dan kebijakan Kepala Sekolah (Kepsek) Lilik Wahyuni. Pasalnya, mereka menganggap Kepsek terlalu arogan terhadap siswa selama ini. 
        
Selain itu, mereka juga menilai sikap dan tindakan Lilik (Kepsek) dianggap telah membuat proses belajar mengajar terganggu dan  terpecah belah, dengan adanya dua kubu. Sehingga hal ini, membuat dampak terhadap aktivitas proses belajar mereka.
       
Dalam orasi ratusan siswa tersebut, ada sekitar 13 tuntutan yang disampaikan, di antaranya mengenai adanya pembungkaman hak berpendapat siswa oleh Lilik dan Waka yang baru serta ancaman untuk memerkarakan para siswa ke polisi. 
        
Selanjutnya, beberapa guru yang berpihak di kubu Kepsel dan wakil yang baru, juga melakukan intimidasi terhadap siswa, dengan cara, para siswa diminta untuk mengakui ikut tanda tangan surat permohonan pergantian kasek dan mengancam akan memblacklist nama-nama siswa dari dapodik, universitas, sampai dalam mencari kerja. 
        
Kemudian, Kepsek juga dianggap sewenang-wenang dalam melakukan pergantian 4 Wakepsek secara mendadak dan tidak ada transparansi biaya bimbingan belajar kelas XII, yang awalnya dijanjikan 6 mata pelajaran, namun realitanya, para siswa hanya mendapat 3 mata pelajaran bahkan sering diliburkan.
        
Pihak sekolah melalui Waka Bidang Kurikulum yang baru Fadillah Zamzam menjelaskan, tuntutan ratusan siswa ini dianggap tidak mendasar. Sebab kata dia, dalam pergantian Wakepsek,  Kepala Sekolah  punya hak. "Jadi ini bukan urusan siswa," tegas Fadil.
         
Ia menambahkan, proses pergantian terhadap 4 Waka SMAN 1 tersebut, sudah benar. Kepsek tidak mungkin melakukan pergantian kalau tidak punya alasan dan dasar yang kuat. 

“Jadi sekali lagi, soal pergantian 4 Waka serta hal lain dalam manajemen furu dan Kepsek, bukan urusan siswa,” pungkas Fadil. (al

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda