sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Victor E Simanjuntak: Saatnya Kelola SDA Secara Mandiri

Sekjen GDD bersama Ketua Umum NCW C Herry SL usai berbincang
tentang masalah bangsa agar Indonesia menjadi lebih baik 
Jakarta, Larast Post – Sekretaris Jendral Gerakan Daulat Desa (GDD), Brigjen Pol (Purn) Victor E Simanjuntak mengatakan, sudah saatnya Indonesia memikirkan untuk mengelola sendiri Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia yang sangat luar biasa, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“SDA jika dikelola sendiri menjadi barang jadi yang berorentasi ekspor, maka nilainya akan lebih tinggi dibanding mengekspor bahan mentah,” ujar Vikctor kepada wartawan, pada Sabtu (10/11/2018) di Jakarta.

Selain itu, lanjut Victor, mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, juga akan menyerap tenaga kerja lebih banyak, kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan Negara ini akan semakin kuat di dunia internasional. 

Ia menilai, dalam empat tahun Pemerintahan Jokowi-JK, telah menunjukkan tekad yang kuat untuk dapat mengelola SDA secara mandiri dan berdaulat, demi mensejahterakan rakyat dan memajukan Negara.

Menurutnya, komitmen Pemerintahan Jokowi-JK untuk mengelola SDA secara mandiri terlihat dari keberhasilan menasionalisasi beberapa kontrak kerja, untuk diambil-alih pengelolaannya. Setidaknya ada 11 Blok pengelolaan SDA yang berhasil dievaluasi kontrak kerjanya dan diambil alih untuk dikelola secara mandiri.

GDD Dukung Jokowi

Victor menyebutkan, atas kinerja nyata yang ditunjukkan Pemerintah Jokowi-JK, maka GDD mendukung Jokowi untuk dapat mengambil alih semua pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

“Bila dalam 4 tahun pemerintahannya telah berhasil mengambil alih pengelolaan 11 blok, maka GDD meyakini bahwa dalam dua periode memimpin Indonesia, Jokowi akan berhasil mengambil alih semua pengelolaan sumber daya alam Indonesia, dengan demikian negara ini akan maju, kaya, masyarakatnya sejahtera tanpa pengangguran,” ujarnya.

Adapun 11 Blok yang berhasil dievaluasi dan diambil alih pengelolaannya yakni, Blok Mahakam berhasil diambil alih pada bulan Januari 2018, dan Blok Rokan yang merupakan blok dengan produksi minyak terbesar di Indonesia, telah selesai negosiasi, dan akan diambil alih pengelolaannya pada Tahun 2021.

Selain itu, lanjut Victor, kontrak karya PT. Freeport Indonesia yang pertama dilakukan oleh Soeharto pada tahun 1967, berhasil dievaluasi sehingga pada bulan Desember 2018 ini, 51 persen sahamnya akan menjadi milik Inalum. “Demikian juga Blok Sanga-Sanga di Kalimantan yang dikontrakkan Tahun 1968, telah diambil alih oleh Pertamina pada bulan Agustus 2018,” ungkapnya.

Demikian juga Blok East Kalimantan yang dikontrakkan Tahun 1968 dan Blok Attaka Tahun 1970, dalam negosiasi untuk diambil alih Pertamina pada Tahun 2018. Bahkan Blok North Sumatera Offshore (NSO) yang dikontrakkan tahun 1968 telah diambil alih Pertamina pada Tahun 2015. Blok Tengah Kalimantan dikontrakkan tahun 1988 dalam negosiasi akhir untuk diambil alih sepenuhnya pada Tahun 2018.  

“Ada juga Blok South East Sumatera (SES) dikontrakkan tahun 1968, telah diambil alih pada bukan September 2018, serta  Blok Tuban yang dikontrakkan tahun 1988 dan blok Ogan tahun 1998, pada bulan Pebruari 2018 telah dikelola sepenuhnya oleh Pertamina,” ucap Victor merinci.

Ada Pihak Kurang Nalar

Menurut Pria yang menjadi Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Nasdem itu, bukan pekerjaan yang mudah bagi Pemerintahan Jokowi-JK untuk mengambil alih sebelas pengelolaan SDA tersebut. “Dalam mengupayakan itu, dibutuhkan tekad yang kuat, keberanian, dan kepiawaian bernegosiasi.

Ironisnya, kata Victor, meski Jokowi telah berhasil menunjukan kerja nyata, masih saja ada pihak yang tanpa nalar mengatakan Jokowi antek asing dan aseng. Bahkan viral di media, menyebutkan Jokowi  menjual sumber daya alam Indonesia kepada asing.

“Faktanya menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya alam kita telah dikontrakkan jauh sebelum Jokowi menjadi Presiden, bahkan baru pada masa pemerintahannya berhasil mengambil alih 11 blok,” jelasnya. 

Victor menegaskan, keberhasilan Pemerintahan Jokowi-JK mengambil alih pengelolaan 11 blok, menunjukkan bahwa Jokowi memiliki tekad yang kuat untuk mandiri dan berdaulat mengelola SDA Indonesia untuk sepenuhnya membawa Indonesia mandiri, kuat, berdaulat dan disegani oleh dunia.

Menurutnya, pihak yang membuat berita bohong memfitnah Jokowi, mereka adalah pihak yang ingin menyesatkan persepsi masyarakat secara masif dan terstruktur dengan tujuan agar masyarakat menganggap Jokowi lebih berpihak kepada asing dan aseng. 

“Padahal faktanya adalah sebaliknya. Mereka adalah pihak yang ingin meraih sesuatu dengan segala cara, bahkan tega mengorbankan keutuhan bangsa ini demi tujuannya. Jadi, siapapun yang melakukan pembohongan fakta, hanya satu kata dari kita yakni lawan,” pungkasnya. (her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda