sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Agraria

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Goa Jepang di Pulau Biak, Wisata Sejarah Perang Pasifik

Lubang menganga di dalam Goa Jepang akibat bom serangan pasukan sekutu.
Biak, Larast Post - Pulau Biak merupakan wilayah bagian timur Indonesia, secara administrasi Kabupaten Biak termasuk daerah Propinsi Papua sebelah utara.

Dari segi geografis Biak merupakan pulau kedua setelah Serui sebelah utara dari pulau utama Propinsi Papua.

Biak memiliki kekayaan alam yang mempesona, terdapat sejumlah wisata sejarah diantaranya Goa Jepang yang terletak di Biak Timur.

Hal itu terungkap ketika Larast Post mengikuti Press Tour Media Dirgantara 2018 ke Indonesia Timur, Kabupaten Biak Propinsi Papua, pada 13 -14 Desember 2018.


Komandan Lanud Manuhua, Biak, Marsekal Pertama Fajar Adriyanto yang memandu rombongan Press Tour Dispenau, mengatakan, Goa Jepang merupakan peninggalan Pasukan Jepang yang menjadi benteng saat mempertahankan dari serbuan pasukan Amerika Serikat.

"Di Goa Jepang ini menjadi saksi sejarah kekejaman Perang Dunia ke II, yang mana 250 orang pasukan Jepang mati terbunuh akibat serangan oPasukan AS," terang Fajar.

Fajar menyebutkan, pada masa Perang Dunia ke II di wilayah Pasifik, Biak menjadi salah satu pulau rebutan pasukan sekutu dan Jepang karena strategis sekali.


Jepang yang berhasil merebut sebagian besar wilayah Pasifik termasuk Indonesia, diantaranya Pulau Biak yang direbut dari kekuasaan Belanda pada tahun1942. 

Namun saat dimulainya perang Pasifik pasukan sekutu yang dikomandoi Amerika Serikat berhasil merebut Pulau Biak secara dramatis dan tragis.

Sisa sisa mortir dan bom perang Pasifik di Pulau Biak.
"Dari 3000 pasukan Jepang hanya tersisa 250 orang yang sembunyi di Goa Jepang itu yang akhir dibom dari atas," ucap salah satu warga setempat.

Ketika itu Kolonel Kuzume Naoyuki bersama sekira tiga ribu serdadu Dai Nippon tengah terdesak oleh serangan balik pasukan Sekutu yang semakin menghebat di Biak, Papua.

Dalam posisi yang semakin sulit tersebut rombongan Kuzume memutuskan untuk membangun benteng pertahanan terakhir pada sebuah goa yang cukup besar.

Tragis, pada Rabu 21 Juni 1944, Batalyon 1 infanteri 162 Sekutu, berhasil membobol pertahanan serdadu Jepang yang telah sekarat dan hanya tinggal 250 orang saja dengan membakar dan memanggang habis mereka semua yang ada di dalam goa. Tempat itu kemudian dikenal dengan nama Goa Jepang.

Sebenarnya pada awal kedudukannya di Biak pada 1942, pasukan Jepang berhasil mendaratkan tak kurang dari 10.400 orang serdadu. 

Tengkorak pasukan Jepang yang gugur dalam pertempuran Goa Jepang.

Pada periode berikutnya, hembusan angin peperangan memang semakin memihak tentara Sekutu yang dibuktikan dengan rentetan kesuksesan mereka memukul pasukan Jepang di beberapa front Pasifik. 

Namun seperti halnya di tempat lain, tentara Sekutu memang terbilang cukup kerepotan untuk mengalahkan pasukan Dai Nippon di Biak yang terkenal pantang menyerah dan tak takut mati. 
"Sampai pada akhirnya goa pertahanan terakhir Kolonel Kuzume Naoyuki berhasil disulap menjadi neraka oleh pasukan Sekutu, usai menghujaninya dengan peluru, granat, minyak, dan lebih dari 850 pon TNT," ungkap Danlanud Biak.

Jauh sebelum kedatangan pasukan Kuzume, masyarakat lokal dari kampung Ambroben telah menyebut goa benteng pertahanan Jepang itu dengan nama Abyab Binsari. 

"Dalam bahasa lokal Abyab berarti Goa, dan Binsari berarti Nenek. Menurut cerita turun temurun, dahulu kala goa itu memang menjadi tempat singgah seorang nenek," ucap salah seorang warga setempat yang menjadi pemandu wisata itu.

Dikisahkan saat itu seorang nenek yang tengah berkebun tak jauh dari goa, tanpa sengaja menemukan sebuah goa yang menyediakan air segar yang selalu menetes dari batuan stalagtit dan stalagnit di dalamnya. Jadilah goa tersebut sebagai tempat singgah yang ideal setiap kali sang nenek tengah berkebun.

Hingga saat ini goa yang terletak di kampung Ambroben, distrik Biak Timur, menjadi tempat wajib bagi para turis Jepang yang berkunjung bahkan yang hendak ziarah di Biak, Papua.

Danlanud Biak Marsma Fajar Adriyanto saat pose bersama rombongan media Press Tour Dispenad 2018 di Monumen Perang Dunia ke II di Distrik Biak Timur.
Monumen Perang Dunia ke II di Biak

Selain Goa Jepang terdapat wisata lainnya yaitu monumen Perang Dunia ke II yang terletak di pinggir pantai Ambroben, Kampung Paray Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak, Propinsi Papua.

Di monumen itu terdapat lubang gua yang dulunya tembus hingga ke Goa Jepang, namun saat ini sudah tertutup akibat perang dunia kedua tersebut.

Di sana terdapat tempat ziarah bagi wisatawan Jepang, juga terdapat ratusan kepala tengkorak pasukan Jepang yang gugur.(sugih)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda