sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Pembentukan Masyarakat Peduli Keluarga Berencana Kabupaten Bogor


Bogor, Larast Post - Latar belakang pembentukan Kampung KB (keluarga Berencana) yaitu amanat Presiden Republik Indonesia kepada BKKBN dan diteruskan di semua pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 

Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melakukan kegiatan masyarakat peduli keluarga berencana di 2 desa Kecamatan Caringin.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Pendudukan Drs Rusman taufik kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, dengan dibentuknya masyarakat peduli keluarga berencana atau sering disebut Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat melalui program pembangunan diawali dengan Program KKBPK yang terintegrasi dengan sektor pembangunan lainnya.

Ia menambahkan, hakikat Kampung KB  ada lima poin yang pertama membumikan dan menggelorakan kembali program KB. Kedua, mendekatkan pelayanan KKBPK kepada keluarga khususnya dalam peningkatan dan pembinaan peserta KB. Ketiga memantapkan 8 fungsi keluarga dalam aplikasi kehidupan. Keempat mengintegrasikan lintas sektor dalam memberikan pelayanan kepada keluarga. Dan kelima, membangun rasa memiliki keluarga dan masyarakat terhadap program KKBPK.

“Jadi kami pemerintah daerah gencar turun ke desa desa agar pemahaman masyarakat dapat memahami tujuan Kampung KB. Sasaran langsung dari Kampung KB ini mendekatkan kepada keluarga, pasangan usia subur, masyarakat, remaja, Lansia. Sasaran tidak langsung tokoh masyarakat, organisasi masyarakat (ormas), petugas lapangan dan provider,” jelasnya.
Adapun kriteria  pembentukan Kampung KB, jumlah keluarga miskin di atas rata-rata tingkat desa di mana kampung tersebut berada. Lalu jumlah peserta KB lebih rendah dari rata-rata tingkat desa di mana kampung tersebut berlokasi.

Dan juga kriteria wilayah dengan melihat kondisi kumuh, pesisir/nelayan, daerah aliran sungai (DAS), bantaran kereta api, kawasan miskin, terpencil, wilayah perbatasan, kawasan industry, kawasan wisata, tingkat kepadatan penduduk tinggi. (david)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda